Adab

BAB ISTINJA dan Adab-Adabnya

7
×

BAB ISTINJA dan Adab-Adabnya

Sebarkan artikel ini

Memasuki WC/kamar mandi dengan mulai melangkahkan kaki kiri lebih dahulu. (HR. Tirmidzi).

Masuk WC/kamar mandi disunnahkan membaca do’a:

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syetan laki-laki dan wanita.” (HR. Bukhari, Muslim).

Keluar dari WC dengan mulai melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu. Dan membaca do’a keluar WC, yaitu:

Artinya: “Aku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan telah menyembuhkan aku.” (HR. Tirmidzi, Nasa I, Ibnu Majah). * Do’a dibaca sesudah keluar dari WC, jangan dibaca di dalam WC/kamar mandi.

WC adalah tempat berkumpulnya syetan, lebih lama di dalamnya tanpa keperluan yang sebenarnya adalah suatu mudharat, maka disunnahkan jangan berlama-lama di WC. Apabila sudah selesai hajatnya, secepatnya keluar dari WC. (HR. Nasa i, Ibnu Majah).

Jangan membawa lafadz ‘Allah’ dan ‘Muhammad’ atau ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam WC. (HR. Nasa’i).

Dianjurkan memakai tutup kepala ketika di dalam WC. Dan baru membukanya jika perlu membasahi rambut kita. (HR. Ibnu Sa’ad).

Ketika membuang hajat, sebaiknya jangan menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Menghadaplah selain ke kedua arah tadi. Boleh membelakangi atau menghadap kiblat, bila di dalam bangunan. Itu pun bila terpaksa. (HR. Bukhari, Nasa`i, Muslim, Tirmidzi).

Buang air besar atau kecil hendaknya dengan berjongkok, jangan dengan berdiri. Buang air dengan berdiri adalah perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa`i).

Hendaknya hanya menggunakan tangan kiri ketika membersihkan kemaluan dalam beristinja. Jangan menyentuhnya dengan tangan kanan. (HR. Bukhari, Nasa’i, Muslim, Tirmidzi).

error: Allahu Akbar