Hendaknya dipastikan bahwa makanan kita adalah halal, tidak haram, dan tidak syubhat.
Makanan/minuman yang diharamkan ialah: (1) Bangkai, (2) Darah, (3) Daging babi, (4) Sesuatu yang disembelih bukan atas nama Allah, (5) Khamar (minuman yang memabukkan). (Al-Quranul Karim).
Sunnah membasuh tangan sebelum makan atau minum. (HR. Muslim, Nasa’i).
Sunnah makan dengan tangan kanan. Makan dengan tangan kiri adalah perbuatan syetan. (HR. Muslim, Tirmidzi, Nasa’i).
Sunnah memulai makan dengan membaca basmalah. (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi).
Jika pada permulaan makan lupa membaca basmalah, hendaklah membaca:

Artinya: “Dengan nama Allah awalnya dan akhimya.” (HR. Tirmidzi, Nasa’i).
Disunnahkan memulai makan dengan berdo’a:

“Dengan nama Allah dan atas berkah Allah.” (HR. Hakim).
Sunnah memulai makan dari makanan yang terdekat. (HR. Bukhari).
Tidak boleh makan sambil bersandar, berjalan, tidur-tiduran. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i).
Setelah selesai makan disunnahkan membaca do’a:

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, dan menjadikan kami dari golongan muslimin. (HR. Tirmidzi, Nasa i).
Sunnah memuji makanan, tidak boleh mencela makanan. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa i). Walaupun masakan kurang enak, sebaiknya tidak diucapkan langsung, untuk menjaga hati pemasaknya. Jika perlu untuk perbaikan, pilihlah masa yang tepat untuk mengutarakannya.
Jika menyukai makanan yang dihidangkan, makanlah. Jika tidak suka, tinggalkan. (HR. Muslim).
Sunnah makan dengan berjamaah. Makan berjamaah akan menambah berkah. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah).
Makanan untuk satu orang, bila dengan berjamaah cukup untuk dua orang, makan untuk dua orang, bila dengan berjamaah cukup untuk empat orang, dan makanan untuk empat orang cukup untuk delapan orang. (HR. Muslim, Abu Dawud).

