Haram minum di atas gelas emas atau perak. (HR. Bukhari, Muslim).
Jangan bernafas di dalam gelas ketika minum. Jika ingin bernafas, jauhkan gelas dari mulut. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi).
Jangan meniup air minum, walaupun air panas. (HR. Muslim, Tirmidzi).
Jangan meminum langsung dari tempat minum atau teko. (HR. Bukhari, Muslim).
Dianjurkan mulai minum dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan hamdalah. (HR. Tirmidzi).
Jika akan membagikan minuman kepada orang lain, maka berikan kepada yang sebelah kanan lebih dahulu. (HR. Bukhari, Muslim).
Yang membagikan minuman kepada orang lain sebaiknya ia yang terakhir minum. (HR. Muslim, Tirmidzi, Nasa i).
Dianjurkan melihat air minum terlebih dahulu sebelum meminumnya. Dikhawatirkan dalam minuman ada sesuatu yang berbahaya terminum. Jika ada lalat masuk ke dalam air minum, maka tenggelamkan kemudian buang lalatnya dan minum airnya.
Disunnahkan agar sering minum susu. (HR. Tirmidzi).
Dianjurkan berkumur-kumur setelah meminum susu karena terdapat lemak di dalamnya. (HR. Bukhari).
Ketika diberi minuman susu, disunnahkan membaca do’a:

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkan kami darinya.” (HR. Tirmidzi).
Sunnah meminum air Zam-zam sambil berdiri dan menghadap kiblat. (Muttafaq ‘Alaih).
Disunnahkan memakai tutup kepala ketika minum.
Dianjurkan meninggalkan minuman dalam keadaan tertutup, jika darurat cukup letakkan batang kayu di atasnya. (HR. Bukhari, Muslim).
Tidak boleh minum sambil bersandar. (HR. Tirmidzi).
Ketika minum disunnahkan berdo’a:

Artinya; “Segala puji bagi Allah yang dengan rahmat-Nya telah memberi kami minum air tawar dan tidak menjadikannya dengan sebab dosa-dosanya air yang asin.”
Sumber : Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-Hari (Karya : Ust. H. A. Abdurrahman Ahmad – Cirebon).

