Adab

BAB MASJID dan Adab-Adabnya

7
×

BAB MASJID dan Adab-Adabnya

Sebarkan artikel ini

Dasar utama mendirikan masjid adalah takwa. (Al-Qur’an).

Barangsiapa mendirikan masjid, Allah akan mendirikan untuknya bangunan seperti itu di surga. (HR. Muslim).

Maksud masjid didirikan, adalah sebagai:

1. Tempat shalat. (HR. Muslim)
2. Tempat dzikir. (HR. Muslim)
3. Tempat tilawat Al-Qur’an. (HR. Muslim)
4. Tempat majelis agama. (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi)
5. Tempat ta’lim Al-Qur’an. (HR. Thabrani, Bazzar)
6. Tempat ta’lim masail. (HR. Thabrani).

Pusat dakwah Islamiyah. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud).

Masjid hendaknya dibangun di tempat yang dekat dengan masyarakat yang mudah dikunjungi. (HR. Ahmad, Abu Dawud).

Masjid hendaknya sederhana, tidak terlalu mewah seperti orang Yahudi dan Nasrani yang memperelok gereja. (HR. Abu Dawud). Abu Darda ra. berkata, “Jika kamu mengukir-ukir masjid, maka kehancuran akan menimpamu.”

Berlomba-lomba memperindah masjid, mengakibatkan riya dan berbangga diri. Akhirnya jauh dari maksud sebenarnya mendirikan masjid. Sabda Rasulullah saw., “Akan datang kepada manusia satu masa, dimana mereka akan berbangga-bangga dalam membangun masjid, tetapi mereka tidak meramaikannya, kecuali sebagian kecil saja.” (Syarhus Sunnah).

Jika melihat masjid hendaklah membaca Basmallah dan Shalawat atas Rasulullah saw.. (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

Masuk masjid dahulukan kaki kanan, dengan niat i’tikaf. (HR. Ibnu Nu’aim, Abu Dawud). Lafaz niat i’tikaf, ialah;

Artinya: “Saya niat beri’tikaf di dalam masjid ini semata-mata karena Allah.

Masuk masjid disunnahkan membaca do’a:

Artinya: “Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu.” (HR. Abu Dawud, Nasa I).

Keluar masjid hendaknya mendahulukan kaki kiri, dengan membaca do’a;

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia dari-Mu. (HR. Abu Dawud, Nasa’).

error: Allahu Akbar