Adab

BAB MASJID dan Adab-Adabnya

8
×

BAB MASJID dan Adab-Adabnya

Sebarkan artikel ini

Sunnah memberi harum-haruman di masjid. (HR. Nasa’i).

Sunnah shalat dua rakaat ketika masuk masjid sebelum duduk. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi).

Di masjid hendaknya hidup empat amalan di dalamnya, yaitu:

  1. Dakwah. (HR. Bukhari, Muslim)
  2. Ta’lim wa ta’lum. (HR. Muslim)
  3. Dzikir -ibadah. (HR. Muslim)
  4. Khidmat. Dan Selama di masjid hendaknya selalu menutup aurat. (HR. Nasa`I).

Sebaik-baik tempat shalat bagi laki-laki adalah di masjid dan sebaik-baik tempat shalat bagi wanita adalah di rumah.

Masyarakat di sekitar masjid, hendaknya menghormati tamu-tamu yang berziarah ke masjidnya, karena mereka adalah tamu Allah swt.. (HR. Abi Syaibah).

Hal-hal Yang Dibolehkan

– Boleh mengeluarkan orang yang membawa bau-bauan tidak enak dari masjid. (HR. Nasa I)
– Boleh tidur di masjid, dengan niat i’tikaf. (HR. Bukhari, Muslim)
– Sunnah membuat kemah di dalam masjid untuk beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. (HR. Nasa’i)
– Boleh menjadikan tempat ibadah umat lain sebagai masjid. (HR. Nasa` i)
– Boleh membongkar kuburan untuk dijadikan masjid. (HR. Nasa i). Maksudnya, kuburan dipindahkan untuk dijadikan masjid.
– Boleh tidur, makan, dan minum di masjid dengan niat i’tikaf. (HR. Nasa`i)

Hal-hal Yang Tidak Dibolehkan

– Tidak boleh menjadikan kuburan sebagai masjid. (HR. Nasa i). Selama kuburan belum dibongkar (dipindahkan), maka tempat itu tidak boleh dijadikan masjid.
– Tidak boleh meludah di dalam masjid. (HR. Nasa`i)
-Tidak boleh bersyair dan bernyanyi di dalam masjid. Jika mendengar orang bernyanyi di dalam masjid, dianjurkan berdo’a, “Semoga Allah menghancurkan mulutnya..” 3 kali. (HR. Ibnu Sina, Nasa’i)
-Tidak boleh mengadakan jual beli di masjid. Jika melihat orang berjual beli di masjid, hendaknya berdo’a, “Semoga Allah merugikan perdagangannya.” (HR. Tirmidzi, Nasa`i)
– Tidak boleh mencari barang hilang (dihebohkan) di dalam masjid. Jika melihat orang mencari barang hilang di dalam masjid, disunnahkan berdo’a, “Ya Allah, semoga barangnya tidak ditemukan…” (HR. Muslim, Ibnu Majah)
– Tidak boleh membawa senjata terhunus ke dalam masjid. (HR. Thabrani, Nasa`i)
-Masjid tidak boleh dijadikan jalan lintasan untuk lewat. (HR. Bukhari, Muslim)
– Tidak boleh menyatukan pintu masjid untuk wanita dan laki-laki. -Wanita tidak boleh masuk dari pintu laki-laki dan sebaliknya. (JR. Abu Dawud)
– Tidak boleh bersuara keras, tertawa, bersenda gurau, berbicara sia-sia, di dalam masjid. (HR. Bukhari, Muslim)
– Makruh membawa bau-bauan yang tidak enak, seperti: bau bawang, rokok, jengkol, pete, dan lain-lain. (HR. Bukhari, Muslim)
– Jangan buang angin di dalam masjid. (HR. Muslim). * Karena akan menimbulkan bau-bauan tidak enak.
– Tidak boleh memotong dan membersihkan kuku, rambut, mengibaskan kain dengan keras, menyisir rambut dan janggut, atau bersiwak di dalam masjid. Hal itu akan mengotori masjid. Jika ada kotoran-kotoran tersebut, sunnah
mengeluarkannya dari masjid. (HR. Abu Dawud)

Sumber : Kitab Petunjuk Sunnah daan Adab Sehari-Hari (Karya : Ust. H. A. Abdurrahman Ahmad – Cirebon).

error: Allahu Akbar