6 - JihadUpdate

Bantahan Abu Bakar Terhadap Orang Ragu atau Ingin Menunda Jihad

883
×

Bantahan Abu Bakar Terhadap Orang Ragu atau Ingin Menunda Jihad

Sebarkan artikel ini

Dinawari dalam kitab Al-Mujólasah, Abu Hasan bin Bisyran dalam kitab Fawa id-nya, Baihaqi dalam kitab Dala ilun-Nubuwwah, dan Lalika’i dalam kitab As-Sunnah meriwayatkan beserta sanadnya dari Dhabbah bin Mihshan Al-‘Anazi, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Umar bin Khattab, “Apakah engkau lebih baik daripada Abu Bakar?”

Umar pun menangis dan berkata, “Demi Allah! Sungguh, satu hari satu malam dalam kehidupan Abu Bakar lebih baik daripada seluruh kehidupan Umar dan seluruh kehidupan keluarga Umar.

Maukah kalian aku beritahu tentang keadaan Abu Bakar pada waktu malam maupun siang?”

“Tentu, wahai Amirul-Mukminin!” Sahutku.

Umar berkata, “Malam itu adalah malam ketika Rasulullah SAW. keluar meninggalkan orang-orang Mekah. Beliau berangkat pada malam hari dan Abu Bakar mengikutinya.”

Lalu Umar melanjutkan haditsnya tentang hijrah seperti yang telah dituliskan sebelumnya.

Umar melanjutkan, “Sedangkan hari itu adalah hari ketika Rasulullah SAW. wafat dan banyak kabilah Arab yang meninggalkan Islam.

Maka sebagian dari mereka berkata: Kami mau mengerjakan shalat, tetapi tidak mau membayar zakat.

Sedangkan yang lain berkata: Kami tidak mau mengerjakan shalat, dan tidak mau pula membayar zakat.

Lalu aku datang kepadanya dengan maksud yang baik. Aku berkata kepadanya, “Wahai Khalifah Rasulullah! Ambillah rasa simpati dari orang-orang.

Lalu perawi meneruskan haditsnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama, sebagaimana dalam kitab Muntakhab Kanzul-‘Ummál (4/348).

Menurut riwayat Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA. disebutkan bahwa ia berkata: Setelah Rasulullah SAW. wafat dan Abu Bakar menggantikan beliau (sebagai khalifah), dan banyak orang Arab yang keluar dari Islam, Umar berkata kepada Abu Bakar, “Wahai Abu Bakar! Bagaimana engkau memerangi orang-orang itu?

Padahal Rasulullah SAW. bersabda, ‘Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang-orang sampai mereka mengucapkan: Lâ ilâha illallâh. Maka barangsiapa mengucapkan: Lâ ilâha illallâh, berarti ia telah menjaga dariku harta dan nyawanya, kecuali dengan haknya. Sedangkan hisabnya menjadi urusan Allah.”

error: Allahu Akbar