6 - Jihad

Bantahan Abu Bakar Terhadap Orang Ragu atau Ingin Menunda Jihad

25
×

Bantahan Abu Bakar Terhadap Orang Ragu atau Ingin Menunda Jihad

Sebarkan artikel ini

‘ADANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar RA., la berkata: Ketika kabilah-kabilah Arab keluar dari Islam, dan orang-orang Muhajirin memiliki satu pendapat, aku juga termasuk salah seorang dari mereka, kami berkata kepada Abu Bakar, “Wahai khalifah Rasulullah! Biarkan orang-orang mengerjakan shalat tanpa membayar zakat, karena jika iman telah masuk ke hati mereka, pasti mereka akan menerima kewajiban zakat.”

Kemudian Abu Bakar memerangi orang-orang Arab (yang menolak membayar zakat) sampai akhirnya mereka kembali kepada Islam.

Umar berkata, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya! Hari itu (dalam kehidupan Abu Bakar) lebih baik dari (seluruh amal) keluarga Umar.”

Menurut riwayat Isma’ili dari Umar RA., ia berkata: Ketika Rasulullah SAW. wafat, banyak di antara kabilah Arab yang keluar dari Islam.

Mereka mengatakan, “Kami mau mengerjakan shalat, tetapi tidak mau membayar zakat.”

Lalu aku datang kepada Abu Bakar dan berkata, “Wahai Khalifah Rasulullah! Ambillah rasa simpati dari orang-orang (yang menolak membayar zakat) dan bersikap lembutlah terhadap mereka, karena keadaan mereka bagaikan binatang liar.”

Abu Bakar berkata, “Aku mengharapkan bantuanmu, namun engkau justru datang kepadaku tanpa memberikan bantuan apa pun! Mengapa engkau kuat pada masa jahiliyah, namun lemah pada masa Islam?

Haruskah aku mengambil rasa simpati mereka dengan menggunakan gubahan syair ataukah rekaan sihir? Jauh sekali! Jauh sekali!

Nabi SAW. telah wafat dan wahyu telah berhenti. Demi Allah! Aku akan berjihad melawan mereka selama tanganku masih bisa memegang pedang, meskipun mereka hanya menolak untuk membayar seutas tali pengikat unta (sebagai kelengkapan zakat).”

[demikian dalam Kitab Kanzul-Ummal (3/300)].

Umar RA. berkata, “Aku merasa bahwa Abu Bakar lebih tegas dan lebih teguh hatinya daripada aku. Dia telah mendisiplinkan orang-orang dalam banyak hal, yang membuat tugasku ringan dalam mengurusi mereka ketika aku diangkat sebagai khalifah.”

Dinawari dalam kitab Al-Mujólasah, Abu Hasan bin Bisyran dalam kitab Fawa id-nya, Baihaqi dalam kitab Dala ilun-Nubuwwah, dan Lalika’i dalam kitab As-Sunnah meriwayatkan beserta sanadnya dari Dhabbah bin Mihshan Al-‘Anazi, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Umar bin Khattab, “Apakah engkau lebih baik daripada Abu Bakar?”

Umar pun menangis dan berkata, “Demi Allah! Sungguh, satu hari satu malam dalam kehidupan Abu Bakar lebih baik daripada seluruh kehidupan Umar dan seluruh kehidupan keluarga Umar.

Maukah kalian aku beritahu tentang keadaan Abu Bakar pada waktu malam maupun siang?”

“Tentu, wahai Amirul-Mukminin!” Sahutku.

Umar berkata, “Malam itu adalah malam ketika Rasulullah SAW. keluar meninggalkan orang-orang Mekah. Beliau berangkat pada malam hari dan Abu Bakar mengikutinya.”

Lalu Umar melanjutkan haditsnya tentang hijrah seperti yang telah dituliskan sebelumnya.

Umar melanjutkan, “Sedangkan hari itu adalah hari ketika Rasulullah SAW. wafat dan banyak kabilah Arab yang meninggalkan Islam.

error: Content is protected !!