Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi dan sampai ke rumahnya, beliau mengundang orang Arab Badui itu untuk datang ke rumah beliau.
Lalu, beliau bersabda, “Kamu datang kepada kami untuk meminta dari kami, lalu kami memberi kepadamu. Namun, kamu berkata seperti itu.”
Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan sesuatu untuknya, dan berkata, “Apakah perbuatanku kepadamu ini sudah cukup baik?”
Lalu, orang Arab Badui itu berkata, “Ya, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan atas nama segenap keluarga dan kerabat.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kamu datang kepada kami untuk meminta dari kami, lalu kami memberi kepadamu.
Namun, kamu berkata seperti itu. Jadi, sahabatku merasa geram kepadamu atas ucapanmu itu. Maka nanti jika kamu datang lagi kepada mereka, katakanlah di hadapan mereka apa yang kamu katakan kepadaku, agar hilang rasa geram dari dada-dada mereka.”
Lalu orang itu berkata, “Baiklah.”
Kemudian, ketika orang Arab Badui itu datang lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya, teman kalian ini dulu datang kepada kita, lalu meminta dari kami maka kami pun memberinya, lalu ia berkata seperti itu.
Namun, kami telah mengundangnya, lalu kami memberi lagi kepadanya. Akhirnya ia merasa puas dengan pemberian itu. Benarkah begitu, hai Badui?”
Lalu orang Arab Badui itu berkata, “Ya, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan atas nama segenap keluarga dan kerabat.”




