10 - AkhlakUpdate

Begini Sikap Santun dan Toleran Nabi SAW.

80
×

Begini Sikap Santun dan Toleran Nabi SAW.

Sebarkan artikel ini

Umar berkata: Demí Allah, tidak lama kemudian, turunlah dua ayat ini: “Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya, mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS. at-Taubah: 84).

Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak lagi menyalati orang munafik, tidak pula berdiri di atas makamnya sampai Allah ‘azza wajalla memanggilnya.

Demikian ini diriwayatkan pula oleh Tirmidzi -dan ia berkata: Hadis hasan shahih. Diriwayatkan pula oleh Bukhari dengan lafal yang sama.

Menurut riwayat Ahmad dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Setelah Abdullah bin Ubay meninggal, anaknya datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Wahai, Rasulullah. Jika engkau tidak datang kepadanya, kita akan terus dikritik dengan hal ini.”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepadanya, namun beliau mendapatinya telah dimasukkan ke dalam liang kuburnya.

Lalu, beliau bersabda, “Tidakkah sebaiknya sebelum dimasukkan ke dalam liangnya?”

Maka jenazahnya pun dikeluarkan dari liang kuburnya. Lalu, beliau meludahinya dengan air ludahnya dari mulai kepalanya sampai telapak kakinya, dan memakaikan baju gamisnya.

Diriwayatkan pula oleh Nasa’i, Menurut riwayat Bukhari darinya (Jabir), ia berkata: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang, Abdullah bin Ubay telah dimasukkan ke dalam liang kuburnya.

Lalu, beliau menyuruh agar dikeluarkan. Lalu, beliau meletakkannya diatas kedua lutut beliau, lalu meludahinya dengan air ludah beliau dan memakaikan baju gamisnya. (Demikian dalam kitab Tafsir ibnu Katsir (2/378)).

4. Sikap Santun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Kepada Orang-orang Yahudi yang Menyihirnya

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam disihir oleh salah seorang laki-laki Yahudi, sehingga beliau sakit selama beberapa hari.

Lalu, datanglah Jibril ‘alaihis-salâm kepadanya dan berkata, “Sesungguhnya, salah seorang laki-laki Yahudi telah menyihirmu. la telah membuat beberapa simpul untukmu yang ia letakkan di dalam sumur anu. Maka kirimlah seseorang yang dapat mengambilkan simpul itu dari dalam sumur tersebut.”