Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan (Ali radhiyallahu ‘anhu) untuk hal tersebut. Maka Ali pun mengeluarkannya dan membawanya kepada beliau. Lalu, ia pun melepaskan simpul-simpulnya.
Lanjut Zaid: Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berdiri seakan-akan terlepas dari ikatan. Beliau tidak menceritakan hal itu kepada orang Yahudi tersebut, dan orang Yahudi itupun tidak melihat raut kemarahan pada wajah beliau sampai beliau wafat. Diriwayatkan pula oleh Nasa’i.
Menurut riwayat Bukhari dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhâ, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terkena sihir sehingga beliau merasa sedang ‘mendatangi istri-istri beliau padahal tidak sedang ‘mendatangi’ mereka. (Sufyan’ berkata: Ini adalah pengaruh sihir yang paling berat jika demikian keadaannya) lalu beliau bersabda, “Wahai, ‘Aisyah, tahukah kamu bahwa Allah telah memberi jawaban atas doaku. Dua orang (malaikat) datang kepadaku. Salah seorang di antara mereka duduk di dekat kepalaku dan yang lain di dekat kakiku.
Lalu, yang duduk di dekat kepalaku berkata kepada yang lain, ‘Ada masalah apa dengan orang ini?’ Yang lain berkata, ‘la terkena sihir.’
Yang satu berkata, ‘Siapa yang menyihirnya?’
Yang lain menjawab, ‘Labid bin A’sham (salah seorang dari Bani Zuraiq, sekutu orang-orang Yahudi. Dia adalah orang munafik).’
Yang satu bertanya, ‘Disihir dengan apa?’
Yang lain menjawab, ‘Dengan sisir dan rontokan rambut pada sisir itu.’
Yang satu bertanya, ‘Di mana?’
Yang lain menjawab, ‘Di dalam seludang jantan mayang kurma, di bawah sebuah batu landasan di dasar sumur Dzarwan.”
Aisyah melanjutkan: Lalu beliau datang ke sumur itu sehingga dapat mengeluarkan benda tersebut.
Kemudian, beliau bersabda, “Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku. Airnya seakan-akan rendaman inai, dan pohon kurmanya seakan-akan kepala-kepala setan.”
Lalu, beliau mengeluarkannya. Aku pun berkata, “Tidakkah sebaiknya engkau sebarluaskan?”
Beliau bersabda, “Allah telah menyembuhkanku dan aku tidak suka menyebarkan keburukan kepada seorang pun di kalangan kaum muslimin.”
Diriwayatkan pula oleh Muslim dan Ahmad dari ‘Aisyah, ia berkata: Selama enam bulan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa sedang ‘mendatangi’ istri-istrinya, padahal tidak sedang ‘mendatangi mereka.
Maka datanglah kepadanya dua orang malaikat. -Lalu perawi meneruskan hadisnya. (Demikian dalam kitab Tafsir ibnu Katsir (4/574)).




