15 - Do'a

Doa Nabi SAW. Untuk Umatnya

3
×

Doa Nabi SAW. Untuk Umatnya

Sebarkan artikel ini

Kemudian, beliau mengangkat kedua tangannya, lalu berdoa, “Ya, Allah. Umatku! Ya, Allah. Umatku! Ya, Allah. Umatku!”

Beliau pun menangis. Lalu, Allah berfirman (kepada Jibril), “Hai, Jibril. Pergilah kamu kepada Muhammad – sedangkan Tuhan-Mu lebih mengetahui- dan tanyakan kepadanya: Apa yang membuatmu menangis?”

Maka Jibril ‘alaihis-salâm datang dan bertanya kepada beliau. Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam pun memberitahukan kepada Jibril tentang apa yang beliau ucapkan.

Maka (setelah Jibril melaporkannya), Allah berfirman (kepadanya), “Pergilah kamu kepada Muhammad, lalu katakan kepadanya, ‘Kami akan menyenangkanmu mengenai urusan umatmu, dan kami tidak akan menyusahkanmu.”

3. Doa Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam untuk Umatnya dan Doa Beliau untuk ‘Aisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallâhu anhu, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam berdoa untuk umatnya, dengan berucap: “Ya, Allah. Arahkanlah hati-hati mereka (umatku) agar taat kepadaMu, dan jagalah mereka dari arah belakang dengon rahmatMu.”

[Haitsami berkata (10/69): Dalam sanadnya terdapat Abu Syaibah, dan dia adalah rawi yang dha’if].

Bazzar meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Aisyah radhiyallohu ‘anhó, ia berkata: Ketika aku melihat suasana hati yang baik pada diri Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, aku berkata, “Wahai, Rasulullah! Berdoalah kepada Allah untukku!”

Beliau pun berdoa, “Ya Ailah. Ampunilah Aisyah atas dosanya yang telah lalu, dosanya yang akan datang, dosanya yang ia lakukan dengan sembunyi-sembunyi dan dosanya yang ia lakukan dengan terang-terangan.”

Maka ‘Aisyah pun tertawa (senang) hingga kepalanya rebah di pangkuannya sendiri karena tawanya itu.

Lalu, Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda, “Apakah doaku itu membuatmu senang?”

Aisyah berkata, “Bagaimana aku tidak senang dengan doamu itu?”

Lalu,.beliau bersabda, “Demi Allah. Seperti itulah doaku untuk umatku dalam setiap shalat.”

[Haitsami (9/244) berkata: Para perawinya adalah perawi kitab Shahih selain Ahmad bin Manshur Ar-Ramadi, dan ia adalah perawi yang tsiqah).

error: Allahu Akbar