Aku bertanya, “Siapakah gadis itu?”
Orang-orang menjawab, “Zainab binti Rasulullah SAW. yang cantik
[Hatsami (6/21) berkata bahwa dalam sanadnya terdapat Munbit bin Mudrik, aku tidak mengenalinya. Sedangkan para rawi yang lain tsiqat].
Imam Bukhari meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Urwah RA., ia berkata: Aku bertanya kepada Ibnul-‘Ash’ RA. dengan berkata, “Beritahukanlah kepadaku tentang perlakuan paling buruk yang telah dilakukan oleh orang-orang musyrik terhadap Rasulullah SAW.
la berkata: Ketika Nabi SAW. sedang mengerjakan shalat di Hijir Ka’bah (Hijir Isma’il), tiba-tiba datanglah ‘Uqbah bin Abu Mu’aith menghampiri beliau, lalu meletakkan pakaiannya di leher beliau dan mencekiknya dengan sangat keras.
Maka datanglah Abu Bakar RA. lalu memegang kedua bahu ‘Uqbah dan menjauhkannya dari Nabi SAW. seraya berkata (mengutip ayat Al-Qur’an): “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, “Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu.” (QS. Al-Mu’min: 28).
(Demikian dalam kitab Al-Bidâyah Wan-Nihâyah (3/46)).
Menurut riwayat Ibnu Abi Syaibah dari ‘Amr bin ‘Ash RA., ia berkata: Aku tidak pernah melihat orang-orang Quraisy ingin membunuh Nabi SAW. kecuali pada suatu hari ketika mereka berunding untuk melancarkan gangguan terhadap beliau.
Ketika itu mereka duduk di bawah naungan Ka’bah, sedangkan Rasulullah SAW. sedang mengerjakan shalat di Maqam Ibrahim.
‘Uqbah bin Abu Mu’aith pun datang menghampiri beliau, lalu meletakkan kain syalnya di leher beliau. Kemudian ‘Uqbah menariknya sehingga beliau terjatuh pada kedua lututnya.
Maka orang-orang pun berteriak. Mereka mengira bahwa beliau telah dib*n*h.
Lalu datanglah Abu Bakar RA. dengan berlari dan segera memegang kedua lengan atas Rasulullah SAW. dari belakang seraya berkata, “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: Tuhanku ialah Allah?”
Akhirnya mereka pergi meninggalkan Nabi SAW.
Rasulullah SAW. pun berdiri dan kembali mendirikan shalat. Seusai mengerjakan shalat, beliau berjalan melewati mereka yang ketika itu sedang duduk di bawah naungan Ka’bah.






