Maka datanglah Abu Bakar RA. lalu memegang kedua bahu ‘Uqbah dan menjauhkannya dari Nabi SAW. seraya berkata (mengutip ayat Al-Qur’an): “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, “Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu.” (QS. Al-Mu’min: 28).
(Demikian dalam Kitab Al-Bidâyah Wan-Nihâyah (3/46)).
Menurut riwayat Ibnu Abi Syaibah dari ‘Amr bin ‘Ash RA., ia berkata: Aku tidak pernah melihat orang-orang Quraisy ingin membunuh Nabi SAW. kecuali pada suatu hari ketika mereka berunding untuk melancarkan gangguan terhadap beliau.
Ketika itu mereka duduk di bawah naungan Ka’bah, sedangkan Rasulullah SAW. sedang mengerjakan shalat di Maqam Ibrahim.
‘Uqbah bin Abu Mu’aith pun datang menghampiri beliau, lalu meletakkan kain syalnya di leher beliau. Kemudian ‘Uqbah menariknya sehingga beliau terjatuh pada kedua lututnya.
Maka orang-orang pun berteriak. Mereka mengira bahwa beliau telah dib*n*h.
Lalu datanglah Abu Bakar RA. dengan berlari dan segera memegang kedua lengan atas Rasulullah SAW. dari belakang seraya berkata, “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: Tuhanku ialah Allah?”
Akhirnya mereka pergi meninggalkan Nabi SAW.
Rasulullah SAW. pun berdiri dan kembali mendirikan shalat. Seusai mengerjakan shalat, beliau berjalan melewati mereka yang ketika itu sedang duduk di bawah naungan Ka’bah.
Beliau bersabda, “Wahai sekalian orang-orang Quraisy! Sungguh, demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya! Aku tidaklah diutus kepada kalian kecuali untuk menyembelih kalian!”
Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya kearah tenggorokannya.
Maka Abu Jahal berkata kepada beliau, “Kamu tidak pantas bersikap bodoh.”
Rasulullah SAW. bersabda kepadanya, “Kamu termasuk di antara mereka.”
[Demikian dalam Kitab Kanzul-Ummâl (2/327)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Ya’la dan Thabrani dengan lafal yang sebagian besarnya sama.
[Haitsami (6/16) berkata bahwa dalam sanadnya terdapat Muhammad bin ‘Amr bin ‘Alqamah. Haditsnya hasan. Sedangkan para perawi lainnya pada sanad Thabrani adalah para perawi kitab Shahih].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam kitab Dala ilun-Nubuwwah (hal. 67)
AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Urwah bin Zubair, dari Abdullah bin ‘Amr RHuma., ‘Urwah berkata: Aku pernah berkata kepada Abdullah, “Sejauh yang pernah engkau lihat, seperti apakah gangguan paling berat yang pernah dilakukan orang-orang Quraisy terhadap Rasulullah SAW. dalam melampiaskan permusuhan mereka terhadap beliau?”
la berkata: Ketika itu aku bersama mereka sedangkan para pemuka Quraisy telah berkumpul di Hijir Isma’il.
Mereka berkata, “Kita tidak pernah bersabar melebihi kesabaran kita menghadapi orang ini (Nabi SAW.). la telah menganggap bodoh akal pikiran kita, mencaci nenek moyang kita, mengecam agama kita, memecah-belah kesatuan kita, dan mencela tuhan-tuhan kita.












