Menurut riwayat yang sampai padaku (penulis) disebutkan bahwa setelah merasa tenang, Nabi SAW. berdoa :

“Ya Allah! Hanya kepada-Mu-lah aku mengadu akan lemahnya kekuatanku dan kehinaanku dalam pandangan manusia, wahai Dzat Yang Maha Penyayang diantara para penyayang!
Engkaulah Tuhan orang-orang yang tertindas, Dan Engkaulah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau akan menyerahkan diriku?
Kepada orang asing yang bersikap keras dan bermuka masam terhadapku atau kepada musuh yang kepadanya Engkau kuasakan urusanku (sehingga mereka dapat leluasa menyakitku)?
Aku tidak peduli semua itu, selama Engkau tidak murka terhadapku.
Namun keselamatan dan perlindungan dari-Mu lebih luas bagiku (sehingga aku mengharapkannya).
Aku berlindung kepada Dzat-Mu yang dengannya segala kegelapan menjadi terang, dan dengannya pula semua urusan dunia dan akhirat menjadi baik, dari turunnya kemarahan-Mu kepadaku atau datangnya kemurkaan-Mu kepadaku.
Aku akan meninggalkan perkara yang Engkau benci dan melakukan perkara yang Engkau ridhai hingga Engkau ridha (kepadaku).
Dan tidak ada kekuatan (untuk melaksanakan ketaatan) kecuali dengan pertolongan-Mu.”












