11 - ImanUpdate

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib (2)

9
×

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib (2)

Sebarkan artikel ini

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim (1/8) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Dalam riwayat tersebut, ia menambahkan: Tatkala ibnu Muka’bir melihat kami -gubernur yang diangkat oleh Kisra Persia- ia berkata, “Demi Allah! Kita tidak akan sanggup memerangi mereka.”

Kemudian, ia naik kapal, lalu kembali ke Persia.

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam kitab Dala’illun-Nubuwwah (hal. 208) dari Abu Hurairah, Thabarani darinya pula, ibnu Abid-Dunya dari Sahm bin Minjab, dan Baihaqi dari Anas radhiyallahu ‘anhu-sebagaimana akan disebutkan hadis-hadis tersebut pada bab menundukkan laut.

Akan disebutkan pula hadis-hadis mengenai Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallohu ‘anhu ketika menyeberangi Sungai Tigris pada pertempuran Qadisiyyah.

Dalam riwayat tersebut disebutkan tentang ucapan Hujr bin ‘Adi radhiyallahu ‘anhu, “Tidak ada yang menghalangi kalian untuk menyeberang ke tempat musuh selain air ini.” -yakni Sungai Tigris- (Lalu ia membaca ayat:) “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” (QS. Ali ‘Imrân: 145).

Kemudian, ia menceburkan kudanya ke Sungai Tigris, dan orang-orang pun ikut menceburkan kudanya.

Begitu melihat mereka dalam keadaan seperti itu, musuh berteriak, “Hantu!” Lalu, mereka pun lari. (Diriwayatkan beserta sanadnya oleh ibnu Hatim dari Habib bin Shuhban).

8. Tamim Ad-Dari Radhiyallahu ‘Anhu Mengusir Api yang Keluar di Kawasan Berbatu

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Dalá’ilun-Nubuwwah (hal. 212) dari Mu’awiyah bin Harmal, -lalu perawi meneruskan hadisnya.

Dalam riwayatnya itu disebutkan: Suatu ketika api keluar di kawasan berbatu, maka datanglah Umar radhiyallahu ‘anhu menemui Tamim radhiyallahu ‘anhu.

Lalu, ia berkata, “Pergilah menuju api itu.”

Tamim berkata, “Wahai, Amirul-Mukminin. Siapakah aku ini? Dan apakah aku ini?”

Umar pun terus mendesaknya hingga ia berangkat bersamanya.

Mu’awiyah bin Harmal berkata: Aku pun mengikuti mereka menuju ke tempat api berkobar.

Lalu, Tamim menggiring api itu dengan tangannya, seperti ini. Akhirnya, api itu masuk ke suatu celah di antara dua bukit dan Tamim pun ikut masuk dibelakangnya.

Kemudian, Umar berkata, “Tidaklah sama orang yang melihatnya dengan orang yang tidak melihatnya.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Baihaqi dan Baghawi -sebagaimana yang akan disebutkan pada bagian selanjutnya, pada bab Pertolongan Gaib Mengenai Ketaatan Api.