10. Keberanian Khalid Radhiyallahu ‘Anhu Meminum Racun dan Ucapan Seorang Nasrani Mengenai Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum
PADA Bab Pertolongan-Pertolongan Gaib, pasal hilangnya pengaruh racun, akan disebutkan sebuah riwayat bahwa Khalid radhiyallahu ‘anhu meminum racun (namun ia tidak terpengaruh oleh racun tersebut).
Akan disebutkan pula tentang perkataan Khalid, “Seseorang tidak akan mati sebelum sampai kepada ajalnya.”
Juga perkataan ‘Amr”, “Demi Allah, wahai sekalian orang-orang Arab! Sungguh, kalian akan memiliki apa yang kalian inginkan selama di antara kalian masih ada salah seorang generasi terbaik (sahabat radhiyallahu ‘anhum).”
Juga perkataan ‘Amr kepada penduduk Hirah, “Hingga saat ini, belum pernah aku melihat suatu perkara yang tampak lebih jelas daripada ini.”
11. Perkataan Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Bahwa Pertolongan Allah Tidak Datang Dengan Banyaknya Jumlah
PADA bab tentang sebab-sebab datangnya pertolongan Allah, akan disebutkan.perkataan Tsabit bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, “Wahai, Abu Hurairah! Sepertinya.kamu terkesima dengan jumlah musuh yang begitu banyak?”
Aku berkata, “Benar,”
Tsabit menyahut, “Dulu kamu tidak mengikuti perang Badar bersama kami. Sesungguhnya, pertolongan Allah datang bukan karena banyaknya jumlah kita.”
Juga perkataan Khalid (bin Walid) ketika seseorang berkata kepadanya, “Betapa banyak pasukan Romawi dan betapa sedikit pasukan kaum muslimin!”
Lalu, Khalid berkata, “Betapa sedikit pasukan Romawi dan betapa banyak pasukan kaum muslimin! Bala-tentara dianggap banyak hanyalah dengan pertolongan Allah, dan menjadi sedikit tanpa pertolonganNya, bukan dilihat dari jumlah orangnya.
Demi Allah! Sungguh, aku ingin bahwa si Asyqar dalam keadaan sehat dan kuat, dan jumlah musuh dilipatgandakan jumlahnya.”
Demikian pula surat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu kepada ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu:
“Amma ba’du: Telah datang kepadaku sepucuk suratmu yang menyebutkan tentang banyaknya jumlah pasukan yang telah dihimpun oleh Romawi.
Sesungguhnya, Allah menolong kami bersama Nabinya shallallahu ‘alaihi wasallam bukan karena banyaknya jumlah, tidak pula dengan banyaknya bala-tentara.
Kami telah berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan ketika itu kami hanya memiliki dua ekor kuda dan kita bergantian mengendarai unta.
Dan pada peristiwa perang Uhud, kami pun menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika itu kami hanya memiliki seekor kuda yang dinaiki oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sungguh, Allah telah memberikan kemenangan kepada kami dan menolong kami terhadap orang yang menentang kami.”




