Beliau bersabda, “Sesungguhnya, kamu pasti akan datang ke sana dan melakukan tawaf di sana.”
Umar berkata: Lalu, aku datang kepada Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan berkata, “Wahai, Abu Bakar. Bukankah beliau benar-benar Nabiyullah?”
la berkata, “Ya.”
Aku berkata, “Bukankah kita berada diatas kebenaran sedangkan musuh kita berada di atas kebatilan?”
la menjawab, “Ya.”
Aku berkata, “Jika demikian, mengapa kita memberi posisi yang rendah bagi agama kita?”
la berkata, “Wahai, lelaki. Sesungguhnya, beliau adalah utusan Allah, beliau tidak akan membangkang Tuhannya dan Dia adalah penolong beliau. Maka peganglah pancatan kaki pada pelana unta beliau. Demi Allah, sesungguhnya beliau berada di atas kebenaran.”
Aku berkata, “Bukankah beliau telah bersabda kepada kita, bahwa kita akan datang ke baitullah dan kita akan melakukan tawaf di sana?”
la berkata, “Benar, lalu apakah beliau memberitahukan kepadamu bahwa kamu datang ke sana tahun ini?”
Maka aku berkata, “Tidak.”
Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya, kamu pasti akan datang ke sana dan melakukan tawaf di sana.”
Umar berkata: Kemudian, aku melakukan amal-amal khusus atas sikapku itu.
Memperbarui Iman
AHMAD dan Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perbaruilah iman kalian.”
Ada yang bertanya, “Wahai, Rasulullah. Bagaimana cara kami memperbarui iman kami?”
Beliau bersabda, “Perbanyaklah mengucapkan La ilaha illallah.”
[Haitsami (10/82) berkata: Para perawi dalam riwayat Ahmad adalah tsigah.
Mundzini berkata dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib: Sanad Ahmad hasan].




