lBNU ASAKIR dan Waqidi meriwayatkan beserta sanadnya dari Suhail bin ‘Amr radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata, “Pada perang Badar, sungguh aku melihat orang-orang yang serba putih menunggangi kuda-kuda belang diantara langit dan bumi, dengan memakai tanda. Mereka membunuh dan menawan orang-orang musyrik.” [Demikian dalam kitab Kanzul- Ummâl (5/268)].
Ahmad meriwayatkan beserta sanadnya dari Bara’ radhiyallâhu ‘anhu dan yang lain, ia berkata: Salah seorang sahabat Anshar datang membawa Abbas sebagai tawanan.
Lalu ‘Abbas berkata, “Wahai Rasulullah! Bukan orang ini yang menawanku. Tetapi yang menawanku adalah seorang laki-laki dari mereka yang rambutnya botak pada bagian depan. Penampilannya begini begini..”
Lalu Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wassalam bersabda (kepada sahabat Anshar itu), “Allah telah menolongmu dengan bantuan berupa seseorang yang mulia.”
[Haitsami (6/8S) berkata: Perawinya adalah para perawi Kitab Shahih].
Menurut riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Ibnu Jarir; dan ia mensahihkannya, serta Baihaqi dalam Kitab Dala’ilun-Nubuwwah, dari All radhiyallahu anhu, lalu perawi itu menyebutkan hadis secara panjang lebar mengenai Perang Badar, sebagaimana dalam Kitab Kanzul- Ummål (5/266), Didalamnya disebutkan: Lalu datanglah seorang sahabat Anshar dengan membawa ‘Abbas bin ‘Abdul-Muthalib sebagai tawanan.
Abbas pun berkata, “Wahai Rasulullah! Demi Allah! Orang ini tidak menawanku. Yang menawanku adalah seorang laki-laki yang kepalanya botak pada bagian kiri dan kanannya.
la adalah seseorang yang sangat tampan, menaiki kuda berwarna belang. Aku tidak melihat orang seperti itu di antara yang lain.”
Lalu sahabat Anshar itu berkata, “Wahai Rasulullah! Sayalah yang menawannya.”
Maka beliau bersabda, “Diamlah kamu! Allah telah menolongmu dengan mengirimkan seorang malaikat yang mulia.”
[Haitsami (6/76) menyandarkan riwayat tersebut kepada Ahmad dan Bazzar.
la berkata: Para perawi dalam sanad Ahmad adalah para rawi Kitab Shahih selain Haritsah bin Mudharrib, namun ia adalah perawi yang tsigat].
lbnu Sa’d (4/12) meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu ‘Abbas radhiyallähu ‘anhuma, ia berkata: Orang yang menawan ‘Abbas adalah Abul-Yasar Ka’b bin ‘Amr dari Bani Salimah.






