Orang itu pun berkata, “Wahai Rasulullah! Adapun dari dua kepala ini, saya memang telah membunuh pemiliknya.
Namun dari yang satu ini, saya melihat seorang laki-laki yang penampilannya bagus dan wajahnya tampan. Dialah yang telah memenggalnya”
Maka Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Itulah si Fulan.” Yakni nama salah seorang malaikat. [Haitsami (6/83) berkata: Dalam sanadnya terdapat Abdul-‘Aziz bin ‘Imran, seorang rawi yang dha if]
Thabrani dan Bazzar meriwayatkan beserta sanadnya dari Mahmud bin Labid, ia berkata: Harits bin Shimmah radhiyallâhu ‘anhu berkata: Aku pernah ditanya oleh Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam ketika beliau berada di lembah (Badar), “Apakah kamu melihat Abdurrahman bin ‘Auf?”
Aku menjawab, “Yal Saya melihatnya, wahai Rasulullah! Saya melihatnya di kaki bukit bertempur melawan sekelompok pasukan kaum musyrikin. Aku pun hendak turun ke sana, namun aku melihatmu. Maka aku beralih menuju kepadamu.”
Nabi shallallâhu alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, para malaikat turut berperang bersamanya.
Harits berkata: Aku pun kembali kepada Abdurrahman. Aku mendapatinya berada di antara tujuh orang yang telah tewas. Aku berkata kepadanya, “Hebat! Apakah ketujuh orang musuh ini kamu yang membunuhnya?”
la mengatakan, “Orang ini -Artha’ah bin ‘Abdu Syurahbil dan orang ini akulah yang membunuhnya. Sedangkan yang lain dibunuh oleh orang yang tidak aku lihat.”
Aku berkata, “Allah dan Rasul-Nya benar” [Haitsami (6/114) berkata: Dalam sanadnya terdapat ‘Abdul-‘Aziz bin ‘Imran, seorang perawi yang dha’if].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Mandah dan Abu Nu’aim dari Harits bin Shimmah dengan lafal yang sebagian besarnya sama, sebagaimana dalam Kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummâl (5/76), dan menambahkan, “Lalu aku turun ke sana untuk membelanya.”
Dalam riwayatnya disebutkan, “Aku mendapatinya berada diantara tujuh orang yang telah tewas.”
Dalam riwayat tersebut disebutkan, “Dan dua orang ini.”






