9 - CintaUpdate

Para Sahabat Mengutamakan Orang yang Dikasihi Nabi daripada Orang yang Mereka Kasihi

100
×

Para Sahabat Mengutamakan Orang yang Dikasihi Nabi daripada Orang yang Mereka Kasihi

Sebarkan artikel ini

1. Abu Bakar Menangis Ketika Ayahnya Masuk Islam dan la Ingin seandainya Abu Thalib Masuk Islam

UMAR bin Syabbah, Abu Ya’la dan Abu Bisyr Sammuwaih dalam kitabnya Al Fawa’id meriwayatkan beserta sanadnya-dan sanadnya sahih- dari Anas radhiyallahu anhu mengenai kisah masuk Islamnya Abu Quhafah radhiyallahu anhu, ia berkata: Ketika Abu Quhafah mengulurkan tangannya untuk berbalat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, menangislah Abu Bakar radhiyallahu anhu.

Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?”

Abu Bakar menjawab, “Seandainya tangan pamanmu menggantikan posisi tangan ayahku dan ia masuk Islam sehingga Allah membuatmu bahagia, itu lebih aku sukai daripada baiat ayahku ini.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh al-Hakim dari rangkaian sanad yang sama, dan ia berkata: Sahih menurut syarat sanad Bukhari dan Muslim.

(Demikian dalam kitab Al-Ishabah (4/116)).

Menurut riwayat Thabarani dan Bazar dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, la berkata: Pada hari terbukanya kota Makah, Abu Bakar datang menuntun ayahnya yang telah lanjut usia dan buta, Abu Quhafah radhiyallahu ‘anhuma, kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Mengapa kamu tidak membiarkan ayahmu ini di rumahnya, lalu kita datang menemuinya?”

Abu Bakar berkata, “Saya ingin agar Allah memberikan pahala kepadanya.

Sungguh, masuk Islamnya Abu Thalib lebih membuatku gembira daripada masuk Islamnya ayahku.

Semua itu karena saya selalu ingin melihat engkau gembira, wahai Rasulullah.”