Mereka berkata, “Jika beliau menginginkannya, bawalah ia.”
Lalu, Umar membawa Abbas. Setelah Abbas berada di tangannya, Umar berkata kepadanya, “Wahai, Abbas! Masuklah Islam. Demi Allah, jika kamu masuk Islam, itu lebih aku sukai daripada jika Khattab masuk Islam. Itu semua karena aku tahu bahwa Rasulullah sangat menginginkan keislamanmu.”
(Demikian dalam kitab Al-Bidayah Wan-Nihayah (7/69)).
Menurut riwayat Ibnu ‘Asakir dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Abbas, “Masuklah Islam. Demi Allah, jika kamu masuk Islam, itu lebih aku sukai daripada masuk Islamnya Khattab.
Hal itu, semata-mata karena aku mengerti bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin agar engkau termasuk orang yang mula-mula masuk Islam.”
(Demikian dalam Kanzul-‘Ummál (7/69)).
Menurut riwayat Ibnu Sa’d (4/20) dari Sya’bi, bahwa Abbas radhiyallahu ‘anhu meminta sesuatu dengan mendesak kepada Umar radhiyallahu ‘anhu.
Abbas berkata kepadanya, “Wahai, Amirulmukminin, menurut pendapatmu, seandainya paman Musa datang kepadamu sebagai seorang muslim, apa yang akan kamu perbuat terhadapnya?”
Umar menjawab, “Demi Allah, tentu aku akan berbuat baik kepadanya.”
Abbas berkata, “Nah, aku adalah paman Muhammad, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Umar berkata, “Bagaimana pula pendapatmu, wahai Abul-Fadhi? Sungguh, Demi Allah, ayahmu lebih aku sukai daripada ayahku.”




