9 - CintaUpdate

Para Sahabat Mengutamakan Orang yang Dikasihi Nabi daripada Orang yang Mereka Kasihi

103
×

Para Sahabat Mengutamakan Orang yang Dikasihi Nabi daripada Orang yang Mereka Kasihi

Sebarkan artikel ini

Abbas berkata, “Demi Allah?”

Umar berkata, “Demi Allah, karena aku mengetahui bahwa ia lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada ayahku, maka aku lebih mengutamakan orang yang dikasihi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap orang yang aku kasihi.”

Menurut riwayat Ibnu Sa’d juga (4/14) dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali, bahwa Abbas radhiyallahu ‘anhu datang kepada Umar radhiyallahu ‘anhu, lalu ia berkata kepadanya, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan tanah Bahrain kepadaku.”

Umar bertanya, “Siapa yang mengetahui hal itu?”

Abbas menjawab, “Mughirah bin Syu’bah.”

Kemudian, ia menghadirkan. Mughirah, lalu ia pun menyatakan kesaksian untuknya, namun Umar tidak memenangkan tuntutan Abbas, seolah-olah ia tidak menerima kesaksian Mughirah itu.

Kemudian, Abbas berkata kasar kepada Umar, maka Umar berkata, “Wahai, Abdullah! Peganglah tangan ayahmu.”

Sufyan (rawi) dari selain ‘Amr berkata: Umar berkata, “Demi Allah, wahai Abul-Fadhl! Sungguh, aku lebih senang dengan keislamanmu daripada keislaman Khattab seandainya ia masuk Islam, karena keridaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

3. Hadis Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Orang yang Meninggal di Madinah

IBNU Sa’d (1/257) meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Sejak kedatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah, apabila ada salah seorang di antara kami yang menghadapi sakaratulmaut, kami datang dan memberitahukannya kepada beliau.

Lalu, beliau datang dan memohon ampun untuknya. Kemudian, setelah orang itu meninggal, beliau dan orang-orang yang menyertainya pergi.

Adakalanya beliau menunggu hingga selesai dikuburkan. Kadang-kadang hal itu menyita waktu terlalu lama bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.