9 - CintaUpdate

Para Sahabat Mengutamakan Orang yang Dikasihi Nabi daripada Orang yang Mereka Kasihi

203
×

Para Sahabat Mengutamakan Orang yang Dikasihi Nabi daripada Orang yang Mereka Kasihi

Sebarkan artikel ini

Akhirnya, kami khawatir bahwa hal itu akan merepotkan beliau, maka sebagian orang berkata kepada yang lain, “Demi Allah, alangkah baiknya jika kita tidak usah memberitahukan Nabi apabila ada orang yang menghadapi sakaratul maut.

Lalu, jika orang itu sudah meninggal, barulah kita beritahukan kepada beliau. Dengan demikian, tentu beliau tidak akan direpotkan dan waktu beliau tidak akan tersita.”

Kemudian, kami pun melaksanakan ide tersebut. Kami memberitahukan kabar kematian seseorang kepada beliau setelah orang itu meninggal, lalu beliau datang, menyalatinya dan memohon ampun untuknya.

Adakalanya beliau langsung pergi setelah itu dan kadang-kadang tetap di situ hingga mayat selesai dikuburkan. Hal ini, terus berlangsung hingga beberapa waktu.

Kemudian, akhirnya orang-orang berkata, “Demi Allah, sebaiknya kita tidak usah merepotkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita bawa saja jenazah ke tempat tinggal beliau, lalu kita suruh seseorang untuk memberitahu beliau agar menyalatinya di rumah beliau sendiri. Dengan demikian tentu beliau akan merasa lebih nyaman dan lebih mudah.”

Lalu, kami melakukan gagasan itu.
Muhammad bin Umar (rawi) berkata: Sejak saat itu tempat tersebut disebut tempat jenazah, karena jenazah-jenazah dibawa ke sana. Kemudian, praktik seperti itu terus berlangsung, orang-orang membawa jenazah mereka dan menyalatinya di tempat itu sampai hari ini.

4. Kecintaan Umar kepada Fatimah Putri Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Karena Kecintaan Beliau Kepadanya

AL-HAKIM meriwayatkan beserta sanadnya dari Aslam bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menemui Fatimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Wahai, Fatimah. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada kamu.

Demi Allah, tidak ada seseorang di antara sekian banyak orang sepeninggal ayahmu yang lebih aku cintai daripada kamu.”

[Demikian dalam Kanzul-‘Ummål (7/111)].

error: Allahu Akbar