Abu Nu’aim meriwayatkannya pula beserta sanadnya dari jalur Nafi Ibnu Sa’d (4/122) meriwayatkannya pula beserta sanadnya dari Habib bin Abu Marzuq disertai tambahan, dengan lafal yang semakna.
IMAM Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat Ansar yang paling banyak kebun kurmanya di Madinah.
Yang paling la sukai diantara kebun-kebun tersebut adalah Bairuha. Kebun itu terletak di hadapan Masjid Nabawi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa masuk ke dalam kebun itu dan meminum airnya yang segar.
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Ketika turun ayat: “Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian
menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai.” (QS. Ali Imrân: 92).
Maka Abu Thalhah segera menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Wahai, Rasulullah! Sesungguhnya, Allah tabaraka wata’âlâ telah berfirman: “Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah Bairuha’.
Saya menyedekahkannya karena Allah. Saya mengharapkan kebaikan dan simpanan pahala dari kebun itu di sisi Allah.
Terserah kepada engkau, wahai Rasulullah! Silakan engkau salurkan kebun itu seperti yang diberitahukan oleh Ailah kepadamu.”
Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bagus. Itulah harta yang menguntungkan. Itulah harta yang menguntungkan.”
[Demikian dalam kitab at-Targhib wat-Tarhib (2/150)].






