AHMAD dan Abu Ya’la meriwayatkan beserta sanadnya dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anho, katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuiku dengan air muka yang tidak cerah.
Aku khawatir jangan-jangan hal itu disebabkan sakit yang beliau derita. Lalu, aku pun bertanya, “Wahai, Rasulullah! Ada apa denganmu sehingga air mukamu tidak cerah?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Itu karena uang tujuh dinar yang telah diserahkan kepada kita kemarin.
Senja datang sementara uang itu masih ada di sisi dipan.”
Dalam riwayat lain: “Uang itu telah datang kepada kita tetapi kita belum menafkahkannya (kepada yang memerlukan).”
(Haitsami berkata: Para rawi mereka perawi Shabib).
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab al-Mu’jamul-Kabir sedangkan para rawinya tsiqah dan periwayatan mereka diterima dalam kitab Shabib dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai uang tujuh dinar yang beliau simpan di rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Ketika sakit, beliau bersabda, “Hai, Aisyah. Kirimkanlah emas (dinar) itu kepada Ali.”
Kemudian, beliau pingsan dan Aisyah radhiyallahu ‘anhâ sibuk mengurusinya.
Beliau beberapa kali mengulang sabdanya, namun pada setiap kalinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jatuh pingsan, sementara Aisyah radhiyallahu ‘anhâ sibuk mengurusi beliau.




