8 - Zuhud

Semangat Nabi SAW dan Para Sahabatnya Menafkahkan Harta di Jalan Allah (2)

60
×

Semangat Nabi SAW dan Para Sahabatnya Menafkahkan Harta di Jalan Allah (2)

Sebarkan artikel ini

[Haitsami (10/240) berkata: Diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan beberapa sanad. Para rawi dalam salah satu sanad tersebut adalah perawi kitab Shahih]

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Baihaqi (6/356) dari ‘Aisyah dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

BAZZAR meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Ubaidullah bin ‘Abbas radhiyallohu ‘anhuma, ia berkata: Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata kepadaku, “Wahai, keponakanku!

Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau memegang tanganku, seraya bersabda kepadaku, “Hai, Abu Dzar! Seandainya aku memiliki emas dan perak sebesar gunung Uhud, lalu aku menafkahkannya di jalan Allah, aku tetap tidak suka semua itu jika aku mati pada hari kematianku, sedangkan aku masih menyisakan satu qirâth dari emas dan perak tersebut.”

Aku berkata, “Wahai, Rasulullah! Apakah maksudmu satu qinthar?’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, ‘Hai, Abu Dzar! Aku menyampaikan jumlah yang sedikit sedangkan kamu memikirkan jumlah yang banyak.

Aku menginginkan akhirat sedangkan kamu menginginkan dunia, yang aku maksud adalah satu qîrâth.

Beliau mengulangi sabdanya tiga kali.”

Diriwayatkan pula oleh Thabarani dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

(Haitsami (10/239) berkata: Sanad Bazar adalah hasan].

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia datang kepada Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.

Lalu, Utsman memberinya izin untuk masuk, sementara di tangan Abu Dzar ada sebatang tongkat.

Utsman radhiyallahu ‘anhu berkata, “Hai, Ka’ab”! Abdurrahman (bin ‘Auf) telah meninggal dunia, sedangkan ia masih meninggalkan harta.

Bagaimana pendapatmu mengenainya?”

Ka’ab menjawab, “Jika ia telah menggunakan harta itu untuk menunaikan kewajibannya kepada Allah, maka tidaklah mengapa.”

Maka Abu Dzar mengangkat tongkatnya dan memukul Ka’ab, lalu berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Seandainya aku memiliki emas sebesar gunung ini, lalu aku menginfakkannya dan infakku itu diterima, maka aku tidak suka semua itu jika masih menyisakan emas tersebut setelah kematianku walau hanya sebanyak enam uqiyah.”

Aku bertanya kepadamu dengan nama Allah, hai Utsman! Engkau telah mendengarnya sebanyak tiga kali bukan?”

Utsman menjawab, “Ya.”

[Haitsami (10/239) berkata: Diriwayatkan pula oleh Ahmad, dan dalam sanadnya ada perawi yang bernama ibnu Lahi’ah yang dinyatakan dha’if oleh lebih dari seorang. Diriwayatkan pula oleh Abu Ya’la).

error: Content is protected !!