8 - ZuhudUpdate

Semangat Nabi SAW dan Para Sahabatnya Menafkahkan Harta di Jalan Allah (2)

329
×

Semangat Nabi SAW dan Para Sahabatnya Menafkahkan Harta di Jalan Allah (2)

Sebarkan artikel ini

Lalu, tongkat itu ia pukulkan di antara kedua telinga Ka’ab, kemudian ia berkata, “Hai, putra wanita Yahudil Kamu menganggap bahwasanya apabila harta telah ditunaikan zakatnya, maka harta itu tidak lagi memiliki hak?

Padahal Allah ta’ala telah berfirman: “Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).” (QS. al-Hasyr: 9).

Allah ta’ala juga berfirman: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. al-Insân: 8).

Allah ta’ala berfirman pula: “Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).” (QS. al-Ma’arij: 24-25).

Kemudian, Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu juga menyebutkan ayat-ayat senada lainnya dari Alquran.

ABU DAWUD, Tirmidzi (dan ia mengatakan: hadis hasan shahih, Hakim, Baihaqi, Abu Nu’aim) dalam Hilyatul-Auliya’ dan yang lainnya meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami untuk
bersedekah.

Hal itu, bertepatan bahwa aku sedang memiliki cukup harta.

Aku berkata (dalam hati), “Jika memang aku bisa menandingi Abu Bakar pada suatu hari, maka hari inilah aku akan menandinginya.”

Lalu, aku datang membawa separuh hartaku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?”

Aku menjawab, “Saya telah menyisakan untuk mereka.”

Beliau bertanya lagi, “Apa yang kamu sisakan untuk mereka?”

Aku menjawab, “Seperti itu (yakni sejumlah harta yang saya bawa itu).”