Kemudian, datanglah Abu Bakar membawa semua harta yang dimilikinya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Hai, Abu Bakar! Apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?”
la menjawab, “Saya menyisakan bagi mereka Allah dan Rasul-Nya.”
Aku berkata dalam hati, “Aku tidak akan bisa menandingi Abu Bakar dalam hal apa pun selamanya.”
[Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummål (3/347)].
BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Syu’abul-Îmân dari Hasan, ia berkata: Seorang laki-laki berkata kepada Utsman, “Wahai, orang-orang kaya! Kalian telah memborong kebaikan.
Kalian bersedekah, memerdekakan hamba sahaya, pergi haji dan menginfakkan harta di jalan Allah.”
Lalu, Utsman radhiyallahu ‘anhu bertanya, “Kalian ingin mendapatkan kebaikan seperti kami?”
la menjawab, “Kami pun menginginkan kebaikan seperti kalian.”
Utsman berkata, “Demi Allah! Satu dirham yang dinafkahkan seseorang dalam keadaan kesusahan lebih baik daripada 10.000 (sepuluh ribu) dirham yang dilakukannya dalam keadaan kaya.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummál (3/320)].




