Sementara kekuatan kalian dalam beragama tidak akan lebih kuat daripada keadaan kalian pada saat ini, walaupun kalian baru saja kehilangan berkah dari Nabi kalian.
Rasulullah SAW. telah menyerahkan kalian kepada Yang Maha Mencukupi, Yang Maha Awal, Yang telah mendapati beliau sebagai orang yang bingung, lalu memberinya petunjuk, dan Yang telah mendapati beliau sebagai orang yang kekurangan, lalu memberinya kecukupan.
Dan dahulu kalian telah berada di tepi jurang Neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya.
Demi Allah! Aku tidak akan berhenti berjihad demi membela perintah Allah, sampai Allah memenuhi janji-Nya kepada kita.
Orang yang gugur sebagai syahid menjadi ahli Surga, sedangkan yang masih hidup di antara kita akan menjadi khalifah dan penerus-Nya di muka bumi.
Allah telah menetapkan kebenaran, dan menyatakan firman-Nya -yang tidak akan Dia ingkari: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh. Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan
mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nûr: 55)
Kemudian Abu Bakar RA. turun dari mimbar.
[lbnu Katsir berkata bahwa sanadnya terputus antara Shalih bin Kaisan dan Abu Bakar Shiddiq.
Akan tetapi atsar tersebut menjadi bukti atas kesahihannya sendiri karena lafalnya yang fasih dan banyaknya atsar lain yang menjadi pendukung. -Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummâl (3/142)].
Disebutkan pula oleh Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidâyah (6/311) dari Ibnu ‘Asakir dengan lafal yang sebagian besarnya sama.






