1 - Dakwah

Tangisan Fatimah Lihat Kesusahan Nabi SAW. Tegakkan Dakwah

25
×

Tangisan Fatimah Lihat Kesusahan Nabi SAW. Tegakkan Dakwah

Sebarkan artikel ini

THABRANI, Abu Nu’aim dalam Kitab Hilyatul-Auliya’ meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah SAW. datang dari sebuah peperangan yang beliau ikuti.

Beliau masuk ke masjid, lalu mendirikan shalat dua rakaat di dalamnya -apabila baru datang dari perjalanan jauh, beliau sangat suka masuk masjid, lalu mengerjakan shalat dua rakaat di dalamnya, setelah itu menemui Fatimah RHa, kemudian menemui istri-istrinya- maka pada suatu kali, beliau datang dari perjalanan jauhnya, lalu datang ke rumah Fatimah.

Beliau memulai kunjungan dengan rumah Fatimah sebelum rumah istri-istrinya. Beliau pun disambut oleh Fatimah RHa. di dekat Pintu rumah.

Fatimah mencium wajah beliau dalam lafal yang lain: Mulut beliau- dan kedua mata beliau, seraya menangis.

Lalu Rasulullah SAW. bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”

la berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihatmu begitu pucat, dan pakaianmu telah usang.”

Rasulullah SAW. bersabda kepadanya, “Wahai Fatimah! Jangan menangis, karena Allah mengutus ayahmu di atas agama (yang akan menyebar luas sedemikian rupa, sehingga) tidak tertinggal di atas muka bumi satu rumah pun, baik terbuat dari batu bata, bulu, ataupun Rambut binatang (yakni di pemukiman tetap maupun di pedalaman Badui), kecuali Allah memasukkan kemuliaan atau kehinaan di dalamnya dengan sebab agama ini, hingga sejauh tempat yang dapat dicapai oleh malam (yakni semua tempat).”

[Demikian dalam Kitab Kanzul-Ummâl (1/77)].

[Haitsami (8/263) berkata: Diriwayatkan oleh Thabarani, dalam sanadnya terdapat Yazid bin Sinan Abu Farwah, ia lebih jauh mendekat ke arah dha’if].

[Al-Hakim (3/155) berkata: Hadits ini sanadnya shahih, namun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya beserta sanadnya dalam Kitab Shahîh mereka.]

[Dzahabi memberikan komentar dengan berkata: Yazid bin Sinan adalah Ar-Ruhawi, dinyatakan dha’if oleh Ahmad dan yang lainnya, sedangkan ‘Uqbah (yakni gurunya) tidak jelas dan tidak dikenali].

[‘Uqbah disebutkan di dalam Lisânul-Mizân dengan komentar: Bukhari berkata: Kesahihan haditsnya perlu dipertanyakan, sedangkan Ibnu Hibban menyebutkannya dalam kitab Ats-Tsiqât].

Hadits Tamim Ad-Dari RA. Mengenai Tersebarnya Dakwah Islam

AHMAD dan Thabrani meriwayatkan beserta sanadnya dari Tamim Ad-Dari RA., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Sungguh, agama ini akan sampai ke tempat mana pun yang dicapai oleh malam dan siang.

Allah tidak akan meninggalkan satu rumah pun, baik terbuat dari bata ataupun bulu binatang, tanpa Allah masukkan agama ini dengan kemuliaan orang yang mulia, atau dengan kehinaan orang yang hina.

Yaitu kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam serta para penganutnya, dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran.”

Tamim Ad-Dari berkata, “Aku melihat kebenaran sabda beliau itu pada kerabatku. Orang yang masuk Islam di antara mereka mendapatkan kebaikan, kehormatan, dan kemuliaan.

Sedangkan orang yang kafir di antara mereka mendapatkan kehinaan, kerendahan, dan kewajiban membayar jizyah.”

[Demikian dalam kitab Majma’uz-Zawâ id (6/14) dan (8/262). -Haitsami (6/14) berkata: Para perawi dalam sanad Ahmad adalah perawi Kitab Shahih].

Thabrani meriwayatkan beserta sanadnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama dari Miqdad pula.

error: Content is protected !!