1 - Dakwah

Dakwah Nabi SAW. kepada Kabilah Aus dan Khazraj di Musim Haji

2
×

Dakwah Nabi SAW. kepada Kabilah Aus dan Khazraj di Musim Haji

Sebarkan artikel ini

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Dala’ilun Nubuwwah (hal. 105), dari jalur sanad Waqidi, dari Ishaq bin Hubab, dari Yahya bin Ya’la, ia berkata: Pada suatu hari -ketika bercerita tentang orang-orang Anshar, keutamaan mereka, dan keunggulan mereka sebagai orang-orang awal dalam Islam- All bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: Bukanlah seorang mukmin sejati orang yang tidak mencintai orang-orang Anshar dan tidak mengakui hak-hak mereka.

Demi Allah! Dengan pedang-pedang mereka, kepandaian bicara mereka, dan kedermawanan hati mereka, mereka telah membina Islam sedemikan rupa sebagaimana dirawatnya seekor anak kuda untuk manfaat yang akan mereka peroleh.

Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah keluar pada musim haji, maka beliau berdakwah kepada berbagai kabilah.

Tidak seorang pun dari mereka yang memenuhi seruannya dan menerima dakwahnya. Beliau telah datang kepada berbagai kabilah di pasar Majannah, ‘Ukazh, dan di Mina, bahkan beliau menyambut kedatangan kabilah-kabilah untuk kembali mendatangi mereka tahun demi tahun.

Sampai-sampai diantara kabilah-kabilah tersebut ada yang berkata, “Belum tibakah waktu bagimu untuk berputus asa dari kami?”-karena begitu lamanya beliau menawarkan dirinya agar mereka menerima.

Akhirnya Allah ‘azza wajalla melaksanakan kehendak-Nya terhadap Kabilah Anshar (Aus dan Khazraj).

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menawarkan Islam kepada mereka, mereka langsung menyambut dakwah beliau dengan cepat, memberikan tempat dan perlindungan, menolong dan membantu beliau.

-Semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan- Kemudian kami datang ke tempat mereka. Kami pun tinggal bersama mereka di tempat-tempat tinggal mereka.

Mereka juga berebut untuk menampung kami, bahkan mereka berundi karena kami. Kami dianggap lebih berhak terhadap harta mereka daripada diri mereka sendiri dengan hati yang tulus.

Kemudian mereka rela mengorbankan nyawa mereka untuk membela Nabi mereka.

Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kesejahteraan kepada beliau, juga kepada mereka semuanya.

Abu Nuaim meriwayatkan pula beserta sanadnya dalam kitab Dala’ilun Nubuwwah (hal 105) dari Ummu Sa’d binti Sa’d bin Rabi radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Selama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tinggal di Makah, beliau berdakwah kepada kabilah kabilah Arab agar menerima agama Allah ‘azza wajalla.

Namun beliau mendapatkan gangguan dan cacian. Hingga akhirnya Allah ‘azza wajalla berkehendak untuk memberikan kemuliaan kepada Kabilah Anshar (Aus dan Khazraj).

Maka tibalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke tempat beberapa orang dari mereka di ‘aqabah, ketika mereka sedang mencukur kepala.

error: Allahu Akbar