IBNU ISHAQ meriwayatkan beserta sanadnya dari Rab’ah bin Ibad radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku masih remaja belia ketika bersama ayahku di Mina.
Ketika itu, Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam berhenti di dekat tempat singgah kabilah-kabilah bangsa Arab, lalu berkata, “Wahai Bani Fulan! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian.
Aku menyuruh kalian agar menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, agar kalian meninggalkan sesembahan-sesembahan lain yang kalian sembah selain-Nya, agar kalian beriman kepadaku, agar kalian membenarkanku, dan agar kalian melindungiku sehingga aku dapat menjelaskan risalah yang dengannya Allah mengutusku.”
Sementara itu, di belakangnya ada seorang laki-laki tampan yang bermata juling, rambutnya berjambul dua, mengenakan satu setel pakaian buatan Aden.
Apabila Rasululah shallallahu alaihi wasallam selesai menyampaikan perkataannya dan apa yang beliau dakwahkan, orang itu berkata, “Wahai Bani Fulan! Orang itu hanya menyeru agar kalian meninggalkan Lata dan Uzza dari leher kalian, bersama dengan sekutu kalian dari bangsa jin dari kabilah Bani Malik bin Uqaisy, kepada hal-hal yang baru dan kesesatan yang ia bawa.
Maka janganlah kalian menurutinya, dan janganlah kalian mendengarkan ucapannya.”
Aku pun bertanya kepada ayahku, “Wahai ayah! Siapakah orang yang mengikuti beliau dan menolak apa yang beliau katakan?”
Ayah berkata, “la adalah paman beliau yang bernama Abdul ‘Uzza bin Abdul-Mutthalib, dengan julukan Abu Lahab.
[Demikian dalam kitab Al-Bidâyah Wan-Nihâyah (3/138)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abdullah bin Ahmad dan Thabarani dari Rabi’ah dengan lafal yang semakna.
[Haitsami (6/36) berkata: Dalam riwayatnya disebutkan: Husain bin Abdullah bin ‘Ubaidullah. la adalah rawi yang dha’if namun dinyatakan tsigát oleh lbnu Ma’in, menurut salah satu riwayat]
[Aku (penyusun) berkata: Dalam riwayat Ibnu Ishaq terdapat seorang perawi yang tidak disebutkan namanya].






