1 - Dakwah

Keinginan Kuat Umar RA., Orang Murtad Kembali Kepada Islam

30
×

Keinginan Kuat Umar RA., Orang Murtad Kembali Kepada Islam

Sebarkan artikel ini

ABDUR-Razzaq meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas RA., ia berkata: Aku ditugaskan oleh Abu Musa RA. untuk memberikan kabar gembira berupa terbukanya Kota Tustar (kota terbesar di Khuzistan, Iran) kepada Umar.

Ketika itu, enam orang dari Marga Bakr bin Wa’il telah murtad, mereka keluar dari Islam dan bergabung dengan orang-orang musyrik.

Umar bertanya kepadaku dengan berkata, “Apa yang dilakukan oleh beberapa orang (yang murtad) dari Marga Bakr bin Wa’il itu?”

Aku berkata, “Wahai Amirul-Mukminin! Mereka telah murtad, keluar dari Islam, dan bergabung dengan orang-orang musyrik. Tidak ada pilihan bagi mereka kecuali dibunuh.”

Maka Umar berkata, “Aku lebih suka menangkap mereka hidup-hidup daripada mendapatkan emas dan perak sebanyak apa yang terkena sinar matahari.”

Aku berkata, “Wahai Amirul-Mukminin! Apa yang akan engkau perbuat terhadap mereka jika engkau berhasil menangkap mereka?”

Umar berkata kepadaku, “Aku akan menawarkan kepada mereka untuk masuk ke pintu (Islam) tempat mereka keluar darinya agar masuk lagi ke dalamnya.

Jika mereka melakukannya, aku akan menerima keislaman mereka. Namun jika tidak, aku akan memasukkan mereka ke dalam penjara.”

[Demikian dalam Kitab Kanzul-Ummâl (1/79)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Baihaqi dengan lafal yang semakna.

Menurut riwayat Malik, Syafi’i, Abdur-Razzaq, Abu ‘Ubaid dalam kitab Gharibul-Hadits dan Baihaqi (hal. 207) disebutkan dari Abdurrahman Al-Qari, ia berkata: Suatu ketika datang kepada Umar bin Khattab RA. seorang utusan yang dikirim oleh Abu Musa RA.

Maka Umar menanyakan kepadanya kabar mengenai orang-orang, lalu ia memberitahukannya.

Kemudian Umar bertanya, “Apakah kalian memiliki berita besar dari tempat yang jauh?”

Utusan itu berkata, “Ya! Seorang laki-laki yang semula muslim telah menjadi kafir.”

Umar berkata, “Lalu apa yang kalian lakukan terhadapnya?”

Orang itu berkata, “la kami datangkan, lalu kami pe**gal lehernya.”

Umar berkata, “Mengapa kalian tidak menahannya tiga hari lebih dahulu, kalian memberinya makan sepotong roti setiap hari, dan meminta kepadanya agar bertaubat Barangkali ia mau bertaubat dan kembali kepada agama Allah?

Ya Allah, sesungguhnya aku tidak menghadiri kasus itu, tidak memerintahkan (untuk meme**gal lehernya), dan merasa tidak rela ketika berita itu sampai kepadaku.”

Menurut riwayat Musaddad dan Ibnu ‘Abdil-Hakam, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata: ‘Amr bin ‘Ash RA. pernah menulis surat kepada Umar RA. untuk bertanya kepadanya mengenai seseorang yang telah masuk Islam, kemudian kufur, kemudian ia masuk Islam lagi.

Kemudian kufur lagi, sehingga ia telah melakukan hal itu berkali-kali, “Apakah keislaman orang itu dapat diterima?

error: Content is protected !!