1. Hadis Utsman dan Salman Radhiyallahu ‘Anhuma Mengenai Hal Ini
AHMAD dengan sanad hasan, Abu Ya’la dan Bazzar meriwayatkan beserta sanadnya dari Harits, bekas budak Utsman radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Pada suatu hari, ketika Utsman radhiyallahu ‘anhu sedang duduk dan kami pun duduk bersamanya, datanglah muazin.
Lalu, Utsman meminta agar diambilkan air di dalam bejana (yang aku kira berisi satu mud), maka ia pun berwudu.
Kemudian, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudu seperti wuduku ini.”
la melanjutkan, “Barangsiapa berwudu dengan wuduku ini, kemudian berdiri mengerjakan salat Zuhur maka akan diampuni dosanya antara Subuh dan Zuhur.
Kemudian, bila ia mengerjakan salat Asar, akan diampuni dosanya antara Zuhur dan Asar.
Kemudian, bila ia mengerjakan salat Magrib, akan diampuni dosanya antara Asar dan Magrib.
Kemudian, bila ia mengerjakan salat Isya, akan diampuni dosanya antara Magrib dan Isya.
Kemudian, mungkin ia melewati waktu malam dengan bergelimang dosa. Apabila ia pergi berwudu lalu mendirikan salat Subuh, maka akan diampuni dosanya antara Isya dan Subuh.
Itulah amalan-amalan baik yang dapat menghapuskan keburukan.”
Orang-orang berkata, “Itu adalah amalan-amalan baik. Lalu, apakah amal-amal saleh yang kekal (al-bâqiyâtush-shalihât), hai Utsman?”
Utsman berkata, “Yaitu: “Tidak ada tuhan selain Allah. Maha Suci Allah. Segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya (untuk lari dari maksiat) dan tidak ada kekuatan (untuk melaksanakan ketaatan) kecuali dengan pertolongan Allah.” [Demikian dalam kitab At-Targib wat-Tarhib (1/203)].
(Haitsami (1/297) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Ya’la, dan Bazzar. Para perawinya adalah perawi kitab Shahih selain Harits bin Abdullah, bekas budak Utsman bin ‘Affan, dan ia adalah perawi yang tsiqah. Dalam kitab Shahih disebutkan sebagian darinya).
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ahmad, Nasa’i, dan Thabarani dari Abu Utsman, ia berkata: Ketika aku bersama Salman radhiyallahu ‘anhu dibawah sebatang pohon, ia memegang ranting yang kering dari pohon itu, lalu mengguncangkannya sehingga daun-daunnya berguguran.
Kemudian, ia berkata, “Hai Abu Utsman, tidakkah kamu bertanya kepadaku mengapa aku melakukan hal ini?”
Aku pun berkata, “Mengapa engkau melakukannya?”
Salman berkata, “Demikianlah yang pernah dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapanku ketika aku bersama beliau di bawah sebatang pohon.
Beliau memegang ranting yang kering dari pohon itu, lalu mengguncangkannya sehingga daun-daunnya berguguran.



