12 - Shalat

Anjuran Nabi SAW. Mengenai Shalat Kepada Umatnya

46
×

Anjuran Nabi SAW. Mengenai Shalat Kepada Umatnya

Sebarkan artikel ini

[Haitsami (1/301) berkata: Dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi’ah. Dia adalah rawi yang dha’if, namun Tirmidzi menganggap riwayatnya hasan. Sedangkan para perawi yang lain adalah perawi kitab Shahih].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, -sebagaimana dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib (1/211).

5. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Kepada Orang yang Menunaikan Rukun-Rukun Islam, “Kamu Termasuk Shiddiqin dan Syuhada.”

BAZZAR, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-mereka berdua- dan lafal milik Ibnu Hibban- meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Amr bin Murrah Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Wahai, Rasulullah. Bagaimana pendapatmu jika saya telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya engkau utusan Allah, mengerjakan salat lima waktu, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan dan mengerjakan salat (tarawih) pada malam harinya, termasuk golongan apakah saya?”

Beliau bersabda, “Kamu termasuk shiddiqin dan syuhada.” [Demikian dalam Kitab At-Targhib wat-Tarhib (1/200)].

6. Wasiat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang salat Menjelang Wafat.Beliau

BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Sebagian besar wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menjelang wafat adalah, “(Perhatikanlah) salat, dan budak-budak kalian.”

Bahkan.beliau pun terus menyampaikannya ketika sakaratul maut telah datang dan lidah beliau tidak dapat lagi mengucapkannya dengan jelas.

Diriwayatkan pula oleh Nasa’i dan Ibnu Majah.

Menurut riwayat Ahmad dari hadis riwayat Anas, ia berkata: Sebagian besar wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menjelang wafat adalah, “(Perhatikanlah) salat, dan budak-budak kalian.”

Bahkan beliau pun terus menyampaikannya ketika dada beliau telah sesak karena sakaratul maut dan lidah.beliau tidak dapat lagi bergerak.

Dari hadis riwayat Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu.’alaihi wasallam menyuruhku agar mengambil sebuah benda yang datar untuk menuliskan wasiat agar umatnya tidak akan tersesat sepeninggalnya.

Ali berkata:.Aku khawatir jika nyawa beliau diambil sebelum aku datang. Aku pun berkata, “Saya.akan mengingat dan menghafalnya.”

Beliau bersabda, “Aku berwasiat mengenai.salat, zakat, dan budak-budak kalian.”

[Demikian dalam kitab Al-Bidayah Wan-Nihayah (5/238)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya pula oleh ibnu Sa’d (2/243) dari Anas dengan lafal yang sama.

Dia juga meriwayatkan beserta sanadnya dari Ali radhiyallahu ‘anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama, dan menambahkan: Beliau pun berwasiat tentang salat, zakat, dan budak-budak kalian.

Beliau terus mengucapkan demikian hingga wafat. Beliau juga berwasiat tentang syahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan Nya, hingga wafat, “Barangsiapa bersaksi atas kedua kalimat itu, ia diharamkan masuk Neraka.”

Menurut riwayat Ahmad, Bukhari dalam kitab Al-Adabul-Mufrad, Abu Dawud, ibnu Majah, ibnu Jarir-dan ia mensahihkannya-, Abu Ya’la dan Baihaqi dari Ali, ia berkata: Ucapan terakhir Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah, “(Perhatikanlah) salat, (perhatikanlah) salat! Dan takutlah kalian kepada Allah mengenai urusan budak-budak kalian.”

[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummâl (4/180)].

error: Content is protected !!