12 - ShalatUpdate

Anjuran Nabi SAW. Mengenai Shalat Kepada Umatnya

8
×

Anjuran Nabi SAW. Mengenai Shalat Kepada Umatnya

Sebarkan artikel ini

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Malik, Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahih-nya, sebagaimana dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib (1/206).

Ahmad meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Adalah dua orang dari marga Baliy (sebuah marga dari kabilah Qudha’ah) yang masuk Islam di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian, salah seorang di antara mereka gugur sebagai syahid dan yang lain meninggal satu tahun kemudian.

Thalhah bin ‘Ubaidullah berkata: Lalu aku melihat (dalam mimpi) bahwa orang yang meninggal lebih akhir di antara mereka dimasukkan ke Surga lebih dahulu sebelum yang mati syahid. Aku pun merasa heran atas hal itu.

Lalu, pada keesokan harinya, aku menceritakan mimpiku itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam -atau mimpiku itu diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam- Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bukankah orang yang meninggal lebih akhir itu telah berpuasa Ramadan sepeninggal si syahid, mengerjakan salat (fardu) sebanyak enam ribu (6.000) rakaat, serta sekian rakaat salat (sunah) selama satu tahun?”

[Mundziri berkata dalam kitab At-Targhib (1/208): Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad hasan.

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya dan Baihaqi, semuanya dari Thalhah dengan lafal yang sebagian besarnya sama dengan lafal yang lebih panjang darinya.

Ibnu Majah dan Ibnu Hibban menambahkan pada bagian akhirnya, “Sungguh, jarak antara mereka lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi.”).

3. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Kepada Seseorang Tentang Salat, “Itu Adalah Penghapus Dosamu.”

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Harits dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam masjid sedang menunggu salat, berdirilah seseorang lalu berkata, “Saya telah berbuat dosa.”

Maka beliau berpaling darinya.

Seusai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan salat, orang itu berdiri lagi lalu mengulangi ucapannya.

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bukankah tadi kamu telah mengerjakan salat bersama kami dan juga telah bersuci dengan sempurna?”

la menjawab, “Benar.”

Beliau bersabda, “Itu adalah penghapus dosamu.”

[Haitsami (1/301) berkata: Diriwayatkan oleh Thabarani dalam kitab Al-Mu’jomush Shaghir dan Al-Mu’jamul Ausoth. Sedangkan Harits adalah perawi yang dhoif).