Abu Hurairah berkata: Suatu kali, ketika beliau sedang bepergian, saat sedang berihram beliau merasakan sedikit pengaruh racun tersebut, maka beliau pun berbekam. (Ahmad bersendiri dalam periwayatannya dan sanadnya hasan).
Menurut riwayat Abu Dawud dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang yahudi dari penduduk Khaibar meracuni daging kambing panggang, kemudian menghadiahkannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil kaki depannya, lalu beliau memakannya.
Beberapa orang sahabat beliau juga turut makan bersamanya.
Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada mereka, “Hentikan makan kalian!”
Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam pun mengirim utusan untuk memanggil perempuan itu.
Kemudian, beliau bertanya kepadanya, “Apakah kamu meracuni daging kambing ini?”
Wanita Yahudi itu berkata, “Siapa yang memberitahumu?”
Beliau berkata, “Aku diberitahu oleh daging yang ada di tanganku ini.”-yaitu kaki depan kambing tersebut ia menjawab, “Ya.”
Beliau bertanya, “Apa yang kamu inginkan dengan hal itu?”
la menjawab, “Aku berpendapat: Jika benar kamu Nabi, maka tidak akan membawa mudarat kapadamu. Namun, jika kamu bukan Nabi, kami akan terbebas dari ulahmu.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memaafkannya dan tidak menghukumnya. Sebagian sahabat beliau yang makan daging kambing tersebut ada yang meninggal.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam pada bagian atas punggungnya karena telah makan daging kambing tersebut. Beliau dibekam oleh Abu Hindun radhiyallahu ‘anhu dengan sebuah tanduk dan sebilah pisau. la adalah bekas budak Bani Bayadhah dari kalangan orang-orang Ansar.
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Dawud dari Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama dengan hadis Jabir.




