14 - Zikir

Momen Keutamaan Membaca Ayat-Ayat Al-Quran termasuk Ayat Kursi pada Berbagai Kondisi dan Keadaan

2
×

Momen Keutamaan Membaca Ayat-Ayat Al-Quran termasuk Ayat Kursi pada Berbagai Kondisi dan Keadaan

Sebarkan artikel ini

1. Sabda Nabi SAW. dan Perkataan Ali bin Abi Thalib Tentang Membaca Ayat Kursi

BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Syu’abul-Imán dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di atas tiang-tiang mimbar ini, “Barangsiapa membaca ayat Kursi setiap kali selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga selain kematian. Dan barangsiapa membacanya ketika hendak tidur, maka Allah akan memberikan keamanan atas rumahnya, rumah tetangganya dan orang-orang yang tinggal di rumah-rumah sekitarnya.”

(Baihaqi berkata: Sanadnya dha’if. -Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummál (1/221)].

Abu ‘Ubaid dalam Kitab Fadha’il-nya, Ibnu Abi Syaibah, Darimi, dan yang lainnya meriwayatkan beserta sanadnya dari Ali, ia berkata, “Dalam pandanganku, seseorang yang lahir sebagai muslim atau mempunyai pikiran yang cerdas tidak akan melewati waktu malam tanpa membaca ayat ini:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا
الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ( ) (البقرة: ٢٥)

“Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255).

Andaikan saja kalian mengetahui hakikat sebenarnya ayat itu! Nabi kalian telah diberi ayat tersebut dari khazanah di bawah Arasy. Tidak ada seorang nabi pun sebelum Nabi kalian yang diberikan ayat tersebut.

Aku tidak pernah melewati malam tanpa membacanya sebanyak tiga kali: Aku membacanya (1) dalam dua rakaat salat sunah rawatib setelah Isya, (2) dalam shalat witirku, dan (3) ketika aku hendak tidur di pembaringanku.”

[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummál (1/221)].

2. Perkataan Ali, Utsman, dan Ibnu Mas’ud Tentang Membaca Beberapa Ayat dari Surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imrân

DARIMI, Musaddad, Muhammad bin Nashr, ibnu Dharis dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan beserta sanadnya dari Ali, ia berkata, “Dalam pandanganku, seseorang yang mempunyai pikiran yang cerdas tidak akan tidur sebelum membaca beberapa ayat terakhir Surat Al-Baqarah lebih dahulu, karena ayat-ayat itu termasuk simpanan kekayaan di bawah arasy.”

[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummâl (1/222)].

Darimi meriwayatkan beserta sanadnya dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Barangsiapa membaca beberapa ayat terakhir surat Ali ‘Imrân pada malam hari, maka akan ditulis baginya pahala shalat sunah semalam suntuk.”

[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummál (1/222)].

Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dari Sya’bi, ia berkata: Abdullah bin Mas’ud berkata, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari surat Al-Baqarah di suatu rumah, maka pada malam itu setan tidak akan masuk ke rumah tersebut hingga pagi.

error: Allahu Akbar