1. Nasihat Nabi SAW. Kepada ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani Agar Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas Setiap Malam
IBNU ASAKIR meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika aku bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda kepadaku, “Wahai, ‘Uqbah bin ‘Amir. Sambunglah hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu.
Berilah orang yang tidak mau memberimu. Dan maafkanlah orang yang berbuat zalim kepadamu.”
Kemudian, ketika aku bertemu lagi dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda kepadaku, “Wahai, ‘Uqbah bin ‘Amir. Maukah kamu jika aku ajarkan kepadamu beberapa surat Alquran yang tidak Allah turunkan di dalam Kitab Taurat, Zabur, ataupun Injil, dan tidak ada di dalam Alquran surat-surat lain yang seperti itu?
Setiap kali malam tiba, bacalah surat-surat itu. Yaitu: qul huwallahu ahad (surat Al-Ikhlash), qul a’ûdzu birabbil-falaq (surat Al-Falaq), dan qul a’ûdzu birabbin-nás (surat An-Nas).”
Sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhku untuk membacanya, setiap malam aku selalu membacanya.
Wajib bagiku untuk tidak meninggalkannya sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyuruhku untuk membacanya.
[Demikian dalam kitab Kanzul Ummál (1/223)].
Nasa’i meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah berada di tempat tidurnya, beliau menyatukan kedua telapak l tangannya, kemudian meludahinya (tanpa mengeluarkan air ludah) dengan lebih dahulu membacakan: qul huwallahu ahad (surat Al-Ikhlash), dan qul a’üdzu birabbil-falaq (surat Al-Falaq).
Kemudian, beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke tubuhnya yang terjangkau.
Beliau memulainya dengan kepalanya, wajahnya dan bagian depan tubuhnya lebih dahulu.
Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali.
Menurut riwayat ibnu Najjar dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah berada di tempat tidurnya, beliau meludahi kedua telapak tangannya (tanpa mengeluarkan air ludah) dengan lebih dahulu membaca: qul huwallahu ahad (surat Al-Ikhlásh) dan mu’awwidzatain (surat Al-Falaq dan An-Nas).
Kemudian, beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya, kedua lengannya, dadanya, dan bagian tubuhnya yang dapat dijangkau oleh kedua tangannya.






