14 - Zikir

Zikir dengan Kalimah Thayyibah: Lâ Ilaha Illallah

3
×

Zikir dengan Kalimah Thayyibah: Lâ Ilaha Illallah

Sebarkan artikel ini

1. Sabda Nabi SAW., “Orang yang Paling Berbahagia Mendapatkan Syafaatku pada Hari Kiamat Adalah Orang yang Mengucapkan La llaha Illallah Secara Tulus dari Lubuk Hatinya.”

IMAM BUKHARI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah berkata, “Wahai, Rasulullah. Siapakah orang yang paling berbahagia mendapatkan syafaatmu pada hari kiamat?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku sudah mengira -wahai Abu Hurairah- bahwa tidak ada seorang pun yang akan menanyakan masalah ini lebih dahulu daripada kamu, karena aku melihat keingintahuanmu yang demikian besar terhadap hadist.

Orang yang paling berbahagia mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan la ilaha illallah secara tulus dari lubuk hatinya.”

[Demikian dalam Kitab At-Targhib wat-Tarhib (3/72)].

Menurut riwayat Thabarani dalam Kitab Al-Mu’jamul-Ausath dari Zaid bin Arqam disebutkan secara marfu”, “Barangsiapa mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlas pasti masuk surga.”

Ada yang bertanya, “Apakah (tanda) keikhlasannya?”

Beliau bersabda, “Jika kalimah itu dapat menghalanginya dari larangan-larangan Allah.”

[Demikian dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib (3/74)].

2. Allah Tabâraka Wata’âlâ Memberitahu Musa ‘Alaihis-Salâm Tentang Keutamaan Lâ Ilaha Illallah

NASA’I, Ibnu Hibban dalam Kitab Shahih-nya dan Al-Hakim-dan ia mensahihkannya- meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: Musa ‘alaihis-salâm berkata, “Wahai, Tuhanku. Ajarilah aku tentang sesuatu untuk
berzikir dan berdoa kepada Mu.”

Dia berfirman, “Ucapkanlah lâ ilâha illallah.”

Musa berkata, “Wahai, Tuhanku. Semua hambaMu mengucapkan kalimah itu.”

Dia berfirman, “Ucapkanlah lâ ilâha illallah.”

Musa berkata, “Aku hanya ingin sesuatu yang khusus Engkau berikan untukku.”

Dia berfirman, “Hai, Musa. Seandainya tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi diletakkan pada satu sisi timbangan, dan kalimah la
ilaha illallah diletakkan pada sisi lainnya, niscaya kalimah lâ ilâha illallah akan lebih berat.”

[Demikian dalam kitab At-Targhib wat-Tarhîb (3/75)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Ya’la dari Abu Sa’id dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Dalam riwayatnya disebutkan, “Seandainya tujuh lapis langit beserta para penghuninya selain aku dan tujuh lapis bumi diletakkan
pada satu sisi timbangan, sedangkan kalimah la ilaha illallah diletakkan pada sisi lainnya, niscaya kalimah lâ ilâha illallah akan lebih berat.”

[Haitsami (10/82) berkata: Para rawinya dinyatakan tsiqah, namun ada kelemahan pada mereka].

error: Allahu Akbar