7 - PemimpinUpdate

Dukungan Para Sahabat Terhadap Kekhalifahan Abu Bakar dan Menghindari Perpecahan Umat

343
×

Dukungan Para Sahabat Terhadap Kekhalifahan Abu Bakar dan Menghindari Perpecahan Umat

Sebarkan artikel ini

Bahkan aku pun tidak bisa bersantai dalam menjalani khilafah, namun aku diberi beban yang sangat besar yang aku sendiri tidak punya kekuatan dan kemampuan terhadapnya, kecuali dengan pertolongan kekuatan dari Allah ‘azza wajalla.

Aku berharap ada orang yang paling kuat untuk mengemban tugas khilafah yang bersedia menempati posisiku ini.”

Orang-orang Muhajirin menerima ucapan dan permohonan maaf Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Ali dan Zubair radhiyallahu ‘anhumâ mengatakan, “Yang membuat kami tersinggung hanyalah karena kami tidak disertakan dalam musyawarah.

Namun, kami berpendapat bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dialah satu-satunya orang yang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam Gua Tsur.

Kami pun mengakui kemuliaannya dan usianya pun lebih tua.

Dia pula yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengimami salat jamaah padahal beliau masih hidup.”

4. Hadis ibnu ‘Asakir Tentang Dialog Antara Ali dan Abu Sufyan Mengenai Kekhalifahan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu

IBNU ‘ASAKIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Suwaid bin Ghafalah radhiyallahu ‘anhu, katanya: Suatu kali Abu Sufyan menjumpai Ali dan ibnu ‘Abbas
radhiyallahu ‘anhum seraya bertanya, “Hai Ali dan engkau ‘Abbas! Bagaimana khilafah bisa berada di tangan seseorang yang berasal dari kalangan terendah dan terkecil dari suku Quraisy?

Demi Allah! Jika kamu mau, aku bisa penuhi Madinah dengan pasukan berkuda maupun berjalan kaki (untuk menurunkan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu).”