7 - Pemimpin

Dukungan Para Sahabat Terhadap Kekhalifahan Abu Bakar dan Menghindari Perpecahan Umat

35
×

Dukungan Para Sahabat Terhadap Kekhalifahan Abu Bakar dan Menghindari Perpecahan Umat

Sebarkan artikel ini

Menurut riwayat Khaitsamah Athrabulusi dari Humran, katanya: Utsman bin ‘Affan berkata, “Abu Bakar Siddiq radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah.

Dialah yang mendapat julukan ash-Shiddiq, satu-satunya orang yang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Gua Tsur, dan juga sahabat dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummal (3/140)].

3. Permohonan Maaf Abu Bakar Karena Menerima Khilafah dan Ucapan Ali dan Zubair Radhiyallahu ‘Anhum bahwa Dialah Orang yang Paling Berhak Menjadi Khalifah

HAKIM (3/66) dan Baihaqi (8/152) meriwayatkan beserta sanadnya dari Sa’ad bin Ibrahim bin Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu bahwa Abdurrahman bin ‘Auf sedang bersama Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dan Muhammad bin Maslamah radhiyallahu ‘anhu mematahkan pedang Zubair radhiyallahu ‘anhu.

Kemudian, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berdiri menyampaikan khutbah kepada masyarakat dan memohon maaf kepada mereka.

Ia berkata, “Demi Allah, aku sama sekali tidak pernah berambisi untuk menjadi khalifah.

Aku pun tidak suka menjadi khalifah.

Aku juga tidak pernah berdoa kepada Allah untuk dijadikan khalifah baik dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Akan tetapi, aku khawatir akan terjadi huru-hara.

Bahkan aku pun tidak bisa bersantai dalam menjalani khilafah, namun aku diberi beban yang sangat besar yang aku sendiri tidak punya kekuatan dan kemampuan terhadapnya, kecuali dengan pertolongan kekuatan dari Allah ‘azza wajalla.

Aku berharap ada orang yang paling kuat untuk mengemban tugas khilafah yang bersedia menempati posisiku ini.”

Orang-orang Muhajirin menerima ucapan dan permohonan maaf Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Ali dan Zubair radhiyallahu ‘anhumâ mengatakan, “Yang membuat kami tersinggung hanyalah karena kami tidak disertakan dalam musyawarah.

Namun, kami berpendapat bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dialah satu-satunya orang yang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam Gua Tsur.

Kami pun mengakui kemuliaannya dan usianya pun lebih tua.

Dia pula yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengimami salat jamaah padahal beliau masih hidup.”

4. Hadis ibnu ‘Asakir Tentang Dialog Antara Ali dan Abu Sufyan Mengenai Kekhalifahan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu

IBNU ‘ASAKIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Suwaid bin Ghafalah radhiyallahu ‘anhu, katanya: Suatu kali Abu Sufyan menjumpai Ali dan ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhum seraya bertanya, “Hai Ali dan engkau ‘Abbas! Bagaimana khilafah bisa berada di tangan seseorang yang berasal dari kalangan terendah dan terkecil dari suku Quraisy?

Demi Allah! Jika kamu mau, aku bisa penuhi Madinah dengan pasukan berkuda maupun berjalan kaki (untuk menurunkan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu).”

error: Content is protected !!