Ali menjawab, “Demi Allah! Tidak perlu. Aku tidak ingin kamu mengerahkan pasukan berkuda maupun berjalan kaki.
Seandainya bukan karena aku memandang bahwa Abu Bakar berhak atas khilafah, tentu aku tidak akan membiarkannya memegang tampuk khilafah.
Wahai, Abu Sufyan! Kaum mukminin adalah orang-orang yang tulus, jujur, dan menghendaki kebaikan bagi sesama.
Mereka saling kasih satu sama lain, meski tempat tinggal dan jasad mereka berjauhan.
Sedangkan kaum munafiq adalah orang-orang yang licik dan tidak jujur satu sama lain.”
(Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummål (3/141)].
Demikian pula diriwayatkan oleh Abu Ahmad ad-Dihqan dengan lafal yang semakna dan ada tambahan berkaitan dengan kaum munafiq: “… meski tempat tinggal dan jasad mereka berdekatan, orang-orang yang bersifat licik tidak jujur satu sama lainnya.
Kami telah membaiat Abu Bakar, dan ia memang berhak menjadi khalifah.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummål (3/140)].






