THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Harits bin Harits, ia berkata: Aku pernah berkata kepada ayahku, “Ada apa sehingga orang-orang berkumpul?”
la berkata, “Mereka adalah orang- orang yang mengerumuni salah seorang diantara mereka yang berpindah agama.”
Harits berkata: Lalu kami turun, ternyata Rasulullah SAW. sedang berdakwah kepada orang-orang agar mengesakan Allah ‘Azza wa Jalla dan beriman.
Sedangkan mereka menolak seruan beliau dan menyakiti beliau hingga tengah hari, dan orang-orang pun bubar meninggalkan beliau.
Lalu datanglah seorang wanita yang membawa sebuah mangkuk dan sapu tangan.
Beliau mengambil mangkuk itu darinya, lalu minum dan berwudhu.
Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bersabda, “Hai putriku, janganlah kamu mengkhawatirkan nasib ayahmu.”
Kami bertanya, “Siapakah wanita itu?”
Orang-orang berkata, “la adalah Zainab, putri beliau.
[Hatsami (6/21) berkata bahwa para perawinya tsigat).
Menurut riwayat Thabrani pula, dari Munib Al Aidi, ia berkata: Pada zaman Jahiliyah, aku pernah melihat Rasulullah SAW. sedang menyeru, “Wahai manusia, ucapkanlah La ilaha illallah, niscaya kalian berjaya.
Maka sebagian dari mereka ada yang meludahi beliau, sebagian ada yang menaburkan debu kepada beliau, dan sebagian lagi ada yang mencaci maki beliau, hingga tengah hari.
Lalu datanglah seorang gadis dengan membawa wadah besar yang berisi alr.
Kemudian beliau membasuh wajah dan kedua tangannya seraya berkata, “Wahai anak perempuanku! Janganlah kamu takut bahwa ayahmu ini akan dibunuh tanpa sepengetahuanku atau akan dihinakan.”






