4. Kecintaan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu Terhadap Ilmu
ABU NUA’IM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya’ (1/381) dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidakkah kamu meminta kepadaku sebagian dari ghanimah ini yang juga diminta oleh sahabat-sahabatmu?” Aku pun berkata, “Saya meminta kepadamu agar engkau ajarkan kepadaku sebagian dari apa yang Allah ajarkan kepadamu.”
Abu Hurairah berkata: Lalu, aku melepas kain syal bergaris hitam putih yang aku kenakan di atas punggungku. Aku pun membentangkannya di antara aku dan beliau. Bahkan aku masih bisa membayangkan seekor kutu yang sedang merayap di atasnya.
Lalu, beliau menyampaikan hadis kepadaku, sampai ketika aku telah mendengar hadis hadisnya, beliau bersabda, “Himpunlah kain itu, lalu rengkuhlah ia ke dadamu.”
Akhirnya aku tidak lupa satu huruf pun dari apa yang beliau sampaikan kepadaku.
Menurut riwayat Bukhari (1/316) dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu, ia berkata: Orang-orang berkata, “Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadis!”
Kelak pada hari kiamat, Allah sendirilah yang akan menghakimi! Orang-orang pun berkata, “Mengapa orang-orang Muhajirin dan Ansar tidak menyampaikan hadis seperti hadis-hadis Abu Hurairah?”
Padahal sesungguhnya saudara-saudaraku dari kalangan Muhajirin sibuk dalam berjual beli di pasar, sedangkan saudara-saudaraku dari kalangan Ansar sibuk mengurusi kebun-kebun mereka.
Sementara aku adalah orang miskin yang selalu menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, merasa cukup dengan rezeki sekadar makanan untuk mengisi perutku.
Aku hadir (bersama beliau) ketika mereka tidak hadir, dan aku masih hafal (hadis beliau) ketika mereka sudah lupa.
Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa di antara kalian yang membentangkan pakaiannya sampai aku selesai menyampaikan sabdaku ini, kemudian ia menghimpunnya ke dadanya, maka la tidak akan lupa sedikitpun dari sabdaku selamanya.”
Maka aku pun membentangkan kain syalku yang bergaris hitam-putih, padahal aku tidak mengenakan pakaian (atas) selainnya sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan sabdanya.
Kemudian, aku menghimpunnya ke dadaku. Maka demi Zat yang mengutus beliau dengan membawa kebenaran! Aku tidak lupa sedikit pun dari sabda beliau itu hingga hari ini!





