Demi Allah, kalau bukan karena dua ayat di dalam Kitabullah, aku tidak akan menyampaikan satu hadis pun kepada kalian selamanya. Yakni ayat: “Sesungguhnya, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Alkitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 159-160).
Menurut riwayat Bukhari pula dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa orang-orang berkata, “Abu Hurairah terlalu banyak (meriwayatkan hadis)!”
Padahal sesungguhnya dulu aku selalu menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merasa cukup sekadar perutku kenyang.
Ketika itu aku tidak makan roti yang adonannya diberi ragi (pengembang), tidak pula memakai pakaian sutra, tidak pula dilayani oleh budak laki-laki maupun perempuan.
Dulu aku biasa menempelkan perutku dengan batu-batu kecil karena rasa lapar. Bahkan aku pernah meminta kepada seseorang agar membacakan ayat yang sudah aku hafal dengan harapan agar ia mengajakku pulang ke rumahnya, lalu memberi makan kepadaku. Dan sebaik-baik orang kepada orang-orang miskin adalah Ja’far bin Abu Thalib.
la biasa mengajak kami ke rumahnya, lalu memberi makan kepada kami dengan makanan yang ada di rumahnya. Bahkan pernah suatu kali, ia mengeluarkan kepada kami sebuah kantong kecil (untuk minyak samin atau madu) yang isinya sudah habis. Kami pun membelahnya lalu mengoreti sisa-sisanya. [Demikian dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib (5/157)].






