16 - Khutbah

Khutbah Nabi SAW. Mengenai Dajjal, Musailamah, Ya’juj Ma’juj dan Pembenaman ke dalam Bumi (2)

7
×

Khutbah Nabi SAW. Mengenai Dajjal, Musailamah, Ya’juj Ma’juj dan Pembenaman ke dalam Bumi (2)

Sebarkan artikel ini

6. Khutbah Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam Mengenai Gerhana dan Dajjal

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Tsa’labah bin “lbad Al-Abdi yang termasuk penduduk Bashrah, ia berkata: Pada suatu hari, aku menghadiri khutbah yang disampaikan oleh Samurah bin Jundub radhiyallâhu anhu.

Dalam khutbahnya itu, ia menyampaikan sebuah hadis dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam. -Lalu Samurah menyebutkan hadis tentang Gerhana Matahari, sampai akhirnya
ia berkata: Maka matahari kembali bersinar terang benderang bertepatan ketika beliau sedang duduk pada rakaat kedua (dalam salat Kusuf).

Zuhair berkata: Aku. mengira Aswad berkata: Beliau pun mengucapkan salam, lalu memuji Allah ‘azza wajalla, dan bersaksi bahwa dirinya adalah hamba dan utusan Allah.

Kemudian beliau bersabda: “Hadirin sekalian! Aku mohon kepada kalian dengan nama Allah jika kalian mengetahui bahwasanya aku sedikit lalai dalam menyampaikan risalah dari Tuhanku ‘azza wajalla, hendaklah kalian memberitahukannya kepadaku!”

Maka berdirilah beberapa orang lalu berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah dari Tuhanmu, beriktikad baik terhadap umatmu, dan menunaikan tanggung jawabmu.”

Kemudian Beliau bersabda, “Amma ba’du! Sesungguhnya beberapa orang menganggap bahwa Gerhana Matahari, Gerhana Bulan, dan bergesernya bintang-bintang dari posisi terbitnya yang semula disebabkan oleh kematian seorang pembesar dari penduduk bumi.

Sesungguhnya anggapan mereka itu keliru. Akan tetapi, yang benar adalah bahwa semua itu merupakan sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah azza wajalla untuk menguji hamba-hamba-Nya.

Allah hendak melihat siapa di antara mereka yang memperbarui tobatnya. Demi Allah! Sungguh, sejak mendirikan shalat tadi, aku telah melihat apa yang kalian alami sehubungan dengan urusan dunia dan akhirat kalian!

Dan demi Allah, sesungguhnya kiamat tidak terjadi sebelum muncul tiga puluh orang pembohong. Yang paling akhir diantara mereka adalah Si Mata Satu Dajjal yang rata mata kirinya.

Matanya seperti mata Abu Tihya. Yakni seorang tua dari kalangan orang-orang anshar yang ketika itu berada antara beliau dan kamar ‘Aisyah radhiyallôhu ‘anhu, “Sesungguhnya apabila Dajjal muncul, ia akan menganggap bahwa dirinya Allah.

Barangsapa beriman kepadanya, membenarkan ucapannya, serta mengikutinya, maka amal salehnya yang telah ia lakukan sebelumnya tidak berguna lagi baginya.

Barangsiapa mengingkarinya dan mendustakannya, maka ia tidak disiksa karena dosa-dosanya yang telah lalu.

error: Allahu Akbar