Sesungguhnya Dajjal akan datang ke seluruh permukaan bumi kecuali tanah suci (Makah-Madinah) dan Baitul-Maqdis. Dia akan mengepung kaum mukminin di dalam Baitul-Maqdis.
Lalu mereka akan diguncang dengan gempa bumi yang dahsyat. Kemudian Allah tabâraka wata álá akan membinasakannya.
Bahkan akhirnya pangkal dinding – Hasan Al-Asyyab (salah seorang rawi) berkata: Atau: Pangkal pohon, akan menyeru: ‘Hai orang mukmin!’ Atau: “Hai muslimin ini orang yahudi!’ atau: ‘ini orang kafir! mari ke sini! Lalu bunuhlah ia!”
Sabda beliau selanjutnya, “Namun hal itu tidak akan terjadi sebelum kalian melihat perkara-perkara yang terasa berat dalam diri kalian dan kalian akan bertanya-tanya dengan sesama kalian: ‘Apakah dahulu Nabi kalian pernah menceritakan kepada kalian tentang hal ini?’
Hal itu juga tidak akan terjadi sebelum gunung-gunung bergeser dari tempatnya semula.”
Lanjut beliau, “Kemudian sesudah itu akan terjadi kematian secara menyeluruh.”
Tsa’labah berkata: Kemudian aku mengikuti lagi Khutbah Samurah yang menyebutkan hadis ini.
Dalam khutbah tersebut, ia tidak mendahulukan ataupun mengakhirkan satu kata pun dari tempatnya.
[Haitsami (7/341) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad dan oleh Bazzar pula pada sebagiannya.
Dalam riwayatnya Bazzar menyebutkan sabda beliau, “Barangsiapa yakin kepada Allah lalu berkata: ‘Tuhanku Allah, Dia kekal abadi, dan tidak akan mati, maka tidak ada azab baginya.
Dan barangsiapa mengucapkan (kepada Dajjal): ‘Engkaulah tuhanku.! maka ia telah terjerumus ke dalam fitnah.”
Para perawi Ahmad adalah perawi Kitab Shahih selain Tsa’labah bin ‘ibad. Namun ia dinyatakan tsiqat oleh lbnu Hibban].





