Akhirnya pemuda itu berhasil mengalahkannya. Aku melihat dua kepangan rambut Abu Ubaidah melambai, sedangkan ia berada di belakang pemuda itu dengan menaiki seekor kuda tanpa pelana].
[Haitsami (6/213) berkata: Para perawinya adalah perawi Kitab Shahih].
[lbnu Katsir dalam kitab tafsirnya (1/400) berkata: Sanad hadis ini shahih. Hadis tersebut diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh lbnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, dan dinukil oleh Al-Hafizh Dhiya’ Al-Muqaddasi dalam kitabnya).
Kaum Muslimin Memohon Pertolongan Allah pada Perang Qadisiyah dengan Bacaan AI-Qur’an
IBNU JARIR meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Târîkh-nya (3/47) dari alur sanad Saif dari Muhammad, Thalhah dan Ziyad dengan sanad mereka masing-masing, mereka berkata: Seusai Sa’d radhiyallâhu ‘anhu mengerjakan Shalat Zuhur, ia menyuruh seorang remaja yang ditugaskan oleh Umar radhiyallâhu ‘anhu untuk menyertainya agar membacakan surat mengenai jihad (yaitu surat Al-Anfal).
Remaja itu termasuk salah seorang hafizh Al-Qur’an. Seluruh kaum muslimin telah mempelajari surat tersebut. Lalu ia membacakan surat Al-Anfal tersebut kepada satuan peleton yang ada di dekatnya.
Akhirnya surat tersebut telah dibacakan kepada setiap peleton pasukan.
Maka hati dan pancaran mata pasukan kaum muslimin menjadi riang gembira. Mereka merasakan adanya ketenangan jiwa ketika
dibacakan surat tersebut.
Menurut riwayatnya pula dari jalur sanad Saif dari Hallam dari Mas’ud bin.Khirasy –Lalu perawi meneruskan hadisnya.
Dalam riwayatnya disebutkan bahwa Sa’d memerintahkan kepada orang-orang agar membacakan surat mengenai jihad (Surat Al-Anfal) kepada yang lain, dan mereka dahulu telah mempelajarinya.
Nabi SAW. Mengajarkan kepada Para Sahabat agar Mencari Pertolongan Allah dengan Membaca Ayat-ayat Al-Qur’an
ABU NU’AIM dalam kitab Ma’rifatush-Shahâbah, dan lbnu Mandah meriwayatkan beserta sanadnya dari lbrahim bin Harits At-Taimi radhiyallâhu ‘anhumå, ia berkata, “Suatu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam memberangkatkan kami dalam sebuah pasukan kecil.
Beliau memerintahkan kepada kami agar setiap pagi dan petang membaca Al Quran, yang artinya :
“Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minün: 115).






