18 - Berkah

Malaikat Berbicara dengan Lidah Para Sahabat Nabi SAW.

2
×

Malaikat Berbicara dengan Lidah Para Sahabat Nabi SAW.

Sebarkan artikel ini

1. Malaikat Berbicara dengan Lidah Umar Radhiyallahu ‘Anhu

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Mu’jamul-Ausath dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membenci Umar, sungguh ia telah membenciku. Dan barangsiapa mencintai Umar, sungguh ia telah mencintaiku.

Sesungguhnya Allah berbangga-bangga dengan manusia pada sore hari Arafah secara umum, dan Allah membanggakan Umar secara khusus.

Sesungguhnya setiap kali Allah ta’âlâ mengutus seorang nabi, pastilah di antara umatnya ada yang mendapatkan keistimewaan berupa ilham.

Dan jika di antara umatku ada orang yang mendapatkan keistimewaan berupa ilham, maka tentu dia adalah Umar.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Bagaimana seseorang mendapatkan keistimewaan berupa ilham?”

Beliau bersabda, “Malaikat berbicara menggunakan lisannya.”

[Haitsami (9/69) berkata: Dalam sanadnya terdapat Abu Sa’d, pelayan Hasan Al-Bashri, aku
tidak mengenalinya. Sedangkan para perawi lainnya tsiqât].

2. Malaikat Berbicara dengan Lidah Abu Mufazzir Ketika Mengepung Kota Bahurasir

IBNU JARIR meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Tarikh-nya (3/118) dari Anas bin Hulais, ia berkata: Ketika kami sedang mengepung Bahurasir, setelah mereka melarikan diri dan menderita kekalahan, datanglah seorang utusan kepada kami, lalu berkata, “Sesungguhnya, Sang Raja (Kisra) mengirimkan pesan kepadankalian: ‘Maukah kalian berdamai dengan kesepakatan bahwa kami mendapatkan wilayah dari sisi Sungai Tigris yang berada di sebelah kami hingga pegunungan yang ada di wilayah kami.

Dan kalian mendapatkan wilayah dari sisi Sungai Tigris yang berada di sebelah kami hingga pegunungan yang ada di wilayah kalian?

Apakah belum merasa puas? Semoga Allah membuat perut kalian tidak pernah kenyang!”

Maka Abu Mufazzir Aswad bin Quthbah mendahului yang lain (untuk menyampaikan
jawaban terhadap utusan tersebut).

Allah telah menjadikannya berbicara dengan suatu ucapan yang tidak dia pahami dan tidak kami pahami pula.

Lalu utusan itu pulang, dan kami melihat orang-orang Bahurasir melarikan diri ke kota Mada’in.

error: Allahu Akbar